Membangun Keluarga Dengan Seni Berbicara

Renungan Keluarga Allah
Senin, 25 Juli 2016

BACAAN HARI INI

Amsal 16:1-33

RHEMA HARI INI

Amsal 16:24 Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.

Sepasang suami-istri mendatangi seorang konselor pernikahan. Masing-masing membawa keluhannya. Si istri merasa suaminya hanya mementingkan pekerjaan dan aktivitasnya saja. Tidak pernah ada waktu untuknya dan anak-anak mereka. Juga tak mau tahu urusan rumah. Jangankan memuji, memerhatikan saja tidak pernah. Sedangkan si suami merasa istrinya tidak bisa menghargainya. Ia sudah lelah membanting tulang sepanjang hari demi keluarga mereka. Pulang-pulang bukannya disambut dengan manis, si istri malah memberondongnya dengan keluhan demi keluhan. Akhirnya, kehidupan rumah tangga mereka selalu diwarnai dengan emosi tegangan tinggi setiap harinya.

Namun, ketika ditanyai secara terpisah, konselor tersebut mendapati bahwa ternyata si suami diam-diam mengagumi kerajinan istrinya. Menurutnya, istrinya itu bukan hanya dapat mendampingi anak-anak mereka dengan baik, ia juga sanggup memasak dengan lezat, mengurusi keperluan rumah dan tidak pernah memulai argumen di depan anak mereka. Si istri pun, ternyata menghargai keuletan dan tanggung jawab suaminya dalam menghidupi keluarga mereka. Selain itu ia juga bangga ketika melihat suaminya bersungguh-sungguh dalam pelayanan gereja dan tidak penah mendekati wanita lain.

Mendengarkan semuanya itu, konselor tersebut akhirnya menyimpulkan bahwa masalah utama dari pasangan ini adalah komunikasi. Mereka sama sekali tidak menguasai seni berbicara dengan baik.

Dalam berelasi, apa pun bentuknya, setiap individu memiliki kepentingan dan kebutuhan untuk dimengerti. Mengungkapkan isi hati memang tidak salah. Akan tetapi, kata-kata yang diucapkan tanpa dipilah dan diolah dengan baik terlebih dahulu, seringkali menimbulkan kesalahpahaman.

Firman Tuhan mengajarkan agar dengan rendah hati kita dapat mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan kita sendiri. Belajarlah untuk menunjukkan apresiasi terhadap satu sama lain dengan kata-kata yang menyenangkan. Bukan hanya disimpan dalam hati. Ketika kita melakukannya, hubungan yang baik pun akan terbangun dengan sendirinya. Bagaimanapun, tidak ada seorang pun, kecuali Tuhan, yang dapat melihat isi hati kita. (MV.L)

RENUNGAN

Mengembangkan SENI BERBICARA YANG BAIK dalam keluarga akan menciptakan keluarga yang harmonis dan bahagia.

APLIKASI

  1. Bagaimana perasaan Anda ketika ada anggota keluarga Anda yang berbicara kepada Anda dengan nada tinggi?
  2. Menurut Anda, ketika Anda juga berbicara dengan emosi kepada anggota keluarga Anda, bagaimana perasaan mereka?
  3. Langkah apa yang dapat Anda ambil untuk mulai membangun keluarga yang lebih harmonis?

DOA UNTUK HARI INI

“Ampuni kami ya Tuhan, kalau selama ini kami hanya mementingkan diri kami sendiri. Apabila kami hanya ingin dimengerti keluarga kami tanpa mengerti mereka terlebih dahulu. Bawa kami untuk dapat lebih memahami kebutuhan setiap orang dalam keluarga kami. Ajari kami agar kami dapat menguasai seni berbicara dengan baik. Agar kami dapat membangun hubungan yang harmonis dengan setiap anggota yang telah Engkau tempatkan dalam keluarga kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN

1 Petrus