Membawa Masuk Dan Mengindahkan Tabut Allah

BACAAN HARI INI
1 Tawarikh 13:1-14

RHEMA HARI INI
1 Tawarikh 13:3 Dan baiklah kita memindahkan tabut Allah kita ke tempat kita, sebab pada zaman Saul kita tidak mengindahkannya.”

Jika seseorang mengundang kita untuk datang dan tinggal di rumahnya, tetapi setelah kita disana ternyata kita tidak pernah disapa ataupun di indahkan, kira-kira apa yang kita rasakan? Kita hanya diminta untuk ada di sana, tetap dilayani dengan makanan dan minuman, tetapi tidak pernah diajak berbicara ataupun didengar apa yang kita katakan. Tentu suatu hal yang sangat tidak mengenakkan dan kita pasti ingin meninggalkan rumah tersebut dengan segera.

Inilah yang terjadi dengan tabut Allah di jaman Saul, keberadaannya sama sekali tidak diindahkan dan hanya digeletakkan begitu saja. Tak heran jika kemudian kemuliaan Allah meninggalkan bangsa Israel. Berbeda sekali dengan jaman pemerintahan Daud, dimana tabut Allah sangat diindahkan. Daud tahu bahwa tidak ada cara lain untuk menghapus ikabod dari atmosfer Israel selain membawa kembali tabut Allah. Bukan hanya membawa kembali tabut Allah, tetapi dengan mengindahkannya. Karena kalau hanya diletakkan saja, maka itu tidak akan jauh berbeda. Mengindahkan tabut Allah bukan berarti menghiasnya, tetapi menganggap penting dan menjadikan pusat dari segalanya, bahkan prioritas pertama. Dari tempat yang hanya ditaruh seadanya, sekarang tabut Allah dibawa masuk ke satu tempat paling strategis. Bagaimana hati Tuhan tidak tergetar dan tidak tergerak melihat hati Daud yang sangat mengasihiNya?

Jika kita menginginkan hati Tuhan yang tergetar dan tergerak melihat Daud dalam memperlakukan tabut Allah, kita juga seharusnya membawa tabut Allah itu, yaitu Yesus masuk ke dalam hati kita. Daud mempersiapkan segalanya dan membawa masuk tabut Allah ke suatu kemah yang sangat indah, bukan karena hiasannya tapi karena atmosfer doa pujian dan penyembahan yang menyentuh hati Tuhan. Kemah itulah yang kita kenal sebagai kemah Daud atau Pondok Daud. Jika kita sudah membawa Yesus masuk dalam hidup kita, jadikanlah Dia pusat dari segalanya dan prioritas utama kita. Bangun hubungan yang indah dengan-Nya lewat doa pujian dan penyembahan yang terbaik melalui Pondok Daud. Dan kita akan mengalami mujizat, kebangunan rohani dan terobosan yang luar biasa dalam Pondok Daud yang kita bangun. (LEW)

RENUNGAN
Jangan hanya membawa kembali “TABUT ALLAH”, yaitu TUHAN YESUS sendiri, ke dalam hidup kita, tetapi kita juga harus MENGINDAHKAN-NYA.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah membawa dan mengindahkan Tuhan Yesus dalam hidup kita? Jika belum, mengapa?
2. Apakah Anda kesulitan mengindahkan Tuhan dalam hidup Anda? Bagaimana cara Anda mengatasinya?
3. Hal nyata apa yang akan Anda lakukan sebagai wujud mengindahkan Tuhan Yesus?
DOA UNTUK HARI INI
Tuhan Yesus, kami mau membawa tabut Allah, yaitu Engkau, masuk ke dalam hidup kami. Mampukanlah kami mengindahkan Engkau dalam hidup kami, sehingga Engkau selalu menjadi prioritas utama kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.