Memberi, Bukan Menuntut

Renungan Keluarga Allah
Minggu, 10 Juli 2016

BACAAN HARI INI

Roma 12: 9-21

RHEMA HARI INI

Roma 12:10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.

Kisah tentang ibu dari Yohanes dan Yakobus bisa kita baca di Kitab Matius pasal 20. Ibu tersebut meminta supaya Yesus mendudukkan Yohanes dan Yakobus di sebelah kiri dan kananNya ketika Yesus datang sebagai Raja. Sebagai seorang ibu, ia meminta, dari sudut pandang jasmaninya, yang terbaik untuk anak-anaknya. Tetapi Yesus menjawab bahwa mereka tidak tahu apa yang mereka minta, dan itu bukanlah hakNya untuk mendudukkan seseorang di sebelah kanan atau kiriNya. Itu adalah hak Bapa di Sorga.

Permintaan ibu dari Yohanes dan Yakobus itu menyebabkan perpecahan di kalangan para rasul. Akhirnya Yesus pun memanggil murid-muridNya dan mengajarkan bahwa yang terbesar di antara mereka adalah yang melayani. Yesus juga menandaskan bahwa Anak Manusia datang untuk “memberikan” HidupNya.

Tuhan Yesus memang mengajar kita untuk meminta kepada Bapa di Sorga (Matius 7:7). Tetapi ingat, permintaan itu haruslah sesuai dengan kehendak Bapa di Sorga, dan bukan untuk memenuhi keinginan dan ego diri sendiri (Yakobus 4:3). Permintaan kita dalam doa haruslah diiringi dengan ucapan syukur. Menuntut berarti kita tidak puas dan tidak bersyukur atas pemberian Bapa di Sorga. Menuntut bersifat kedagingan dan asalnya dari dunia ini. Sedangkan segala sesuatu yang berasal dari dunia ini adalah melawan Allah. Jadi kita mesti berhati-hati menjaga sikap hati kita ketika kita mengajukan doa dan permohonan kepada Bapa di Sorga. Jangan sampai apa yang kita minta ternyata berlawanan dengan kehendak Allah dan malah melawan Allah.

Kita, sebagai bagian dari keluarga Allah, diminta untuk meneladani hidup dan sikap hati Yesus. Yesus datang ke dunia untuk “memberikan” hidupNya kepada kita. Allah begitu mengasihi dunia ini sehingga Ia “memberikan” AnakNya yang tunggal, supaya barangsiapa yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal. Inilah hati Yesus. Inilah hati Bapa. Hati yang memberi. Dan sebagai hasilnya, kita semua, manusia berdosa, mendapat pengampunan dan menjadi bagian dari keluarga Allah.

Mari kita tentukan pilihan kita. Apakah kita hendak menuntut, yang akhirnya membawa perpecahan? Ataukah kita, dengan penuh ucapan syukur, mau saling melayani, mengasihi dan memberi, seperti yang Tuhan Yesus teladankan, dan pada akhirnya membawa persatuan dan kebahagiaan?

RENUNGAN

Menuntut tidak akan pernah mendatangkan kebahagiaan. KEBAHAGIAAN DATANG DARI HATI YANG MEMBERI.

APLIKASI

  1. Apakah ada situasi dalam hidup Anda yang mendatangkan ketidakpuasan di hati Anda? Apakah akar masalahnya?
  2. Saat Anda memutuskan untuk memberi atau melayani, apakah yang Anda rasakan? Bagaimanakah hubungan Anda dengan orang yang Anda layani tersebut pada akhirnya? Ceritakan!

DOA UNTUK HARI INI

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah mempersatukan kami di dalam Engkau. Ajari kami, Tuhan, untuk selalu mengucap syukur atas segala pemberianMU. Mampukan kami untuk melayani dengan hati yang tulus, dan hanya untuk kemuliaan NamaMU. Di dalam Nama Yesus kami berdoa. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN

2 Korintus 5-9