Memberi Dengan Sukarela

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Tawarikh 29:1-18

RHEMA HARI INI
1 Tawarikh 29:17a Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka akupun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas.

Di sebuah kerajaan yang aman dan makmur dipimpin seorang raja yang adil dan bijaksana, hiduplah seorang petani tua. Setiap pagi ia pergi ke sawah membawa bajak dan kerbau miliknya yang sudah sama tuanya. Sisi-sisi kayu dan garu bajak itu tampak mengelupas, kerbaunya pun sering tampak letih jika bekerja terlalu lama. Namun bagi sang petani, bajak dan kerbau tuanya adalah hartanya yang paling berharga. Siang itu serombongan pasukan kerajaan datang menghampiri petani itu. Pemimpin pasukan maju lalu berkata, “Berikan bajak dan kerbaumu, ini perintah Raja!” Petani itu tampak kebingungan dan menjawab, “Untuk apa sang Raja menginginkan bajak dan kerbauku? Ini adalah hartaku yang paling berharga, bagaimana aku bisa bekerja tanpa itu semua.” Namun pemimpin pasukan berkata lagi, “Kami hanya menjalankan perintah dari Baginda. Terserah, apakah kau mau menjalankannya atau tidak.” Setelah menyampaikan pesan raja, pasukan itupun kembali ke istana.

Malamnya, si petani bercerita pada keluarganya, ia tidak mengerti dan mulai bertanya-tanya, apakah Baginda sudah mulai kehilangan kebijaksanaanya, mengapa beliau menginginkan bajak dan kerbau yang sangat berharga dan dibutuhkannya. Tapi akhirnya mereka memutuskan untuk memberikan keduanya bagi sang Raja, karena mereka mencintai Rajanya yang bijaksana dan telah memberikan hidup yang aman dan damai bagi mereka sekeluarga. Keesokan harinya petani itu mengantarkan bajak dan kerbau ke istana raja. Ia ingin memberikan secara langsung hartanya yang paling berharga itu kepada Raja. Sesampainya di istana ternyata sang Raja telah menanti, setelah menerima persembahannya Baginda Raja tersenyum dan memanggil pengawalnya. Pengawal itu datang membawa sebuah bajak yang baru dan seekor kerbau. Kayu-kayu bajak itu tampak kokoh, dengan urat-urat kayu yang mengkilap. Begitupun kerbau, hewan itu begitu gemuk, dengan kedua kaki yang tegap. Kata Baginda, “Sesungguhnya, aku telah mengenal dirimu sejak lama. Dan aku tahu kau adalah petani yang rajin dan baik. Namun, aku ingin mengujimu dengan hal ini. Ternyata, kau memang benar-benar hamba yang baik. Engkau rela memberikan hartamu yang paling berharga untukku. Maka, terimalah hadiah dariku, engkau layak menerimanya.”

Memberi terkadang bukanlah sesuatu yang mudah, bagaimanapun ketika kita memberi, kita mengurangi apa yang kita miliki. Entah itu berupa benda, uang atau tenaga. Tuhan kita bukan tidak tahu kondisi kita ataupun ingin meminta-minta, namun Dia adalah Allah yang menguji hati dan berkenan pada keikhlasan. Tuhan tidak memerlukan kita untuk memberi kepada-Nya, tetapi memberi adalah suatu anugerah Tuhan bagi kita. Memberi tidak hanya memuliakan Tuhan namun kita juga akan mengalami sukacita ketika kita memberi kepada-Nya sebagai ucapan syukur atas segala kebaikan-Nya. Ini rasanya seperti sukacita saat kita bisa membalas kebaikan orangtua walaupun mereka tidak pernah meminta balasan apapun dari kita. Jika Tuhan sampai meminta sesuatu untuk dipersembahkan, sebenarnya Tuhan ingin menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik dan lebih berharga. Milikilah hati yang rela memberi dengan tidak memandang kekurangan atau keterbatasan diri sendiri, tapi dengan penuh rasa syukur atas berkat Tuhan selama ini. Kita akan bisa merasakan sukacita menabur dengan sukarela dan membawa perkenanan Tuhan atas hidup kita. (PF)

RENUNGAN
Miliki HATI yang bisa MEMBERI DENGAN SUKARELA, itulah yang SANGAT BERKENAN di hati Tuhan.

APLIKASI
1. Mana yang lebih baik bagi Anda, memberi atau menerima? Mengapa?
2. Pernahkah Anda harus memberi saat Anda sedang kekurangan? Apa yang Anda rasakan?
3. Bagaimana supaya kita bisa memberi dengan hati yang rela dan sukacita?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terimakasih atas semua yang telah Kau anugerahkan bagi kami, baik berkat jasmani maupun berkat rohani. Buka mata kami Tuhan agar kami senantiasa dapat melihat kebaikan-Mu dalam hidup kami, kami ingin membalas cinta kasih-Mu Tuhan, dengan apa yang kami punyai. Janganlah Kau pandang nilainya Tuhan tapi lihatlah kerelaan dan ketulusan hati kami yang mengasihi-Mu. Kami alaskan ucapan syukur kami dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

RENUNGAN
Hanya BENIH PROFETIK yang ditaburkan dengan RELA HATI dan SUKACITA yang akan DITERIMA TUHAN.

APLIKASI
1. Benih profetik seperti apakah yang akan diterima Tuhan?
2. Sudahkah Anda menabur benih profetik dengan rela hati dan sukacita?
3. Apa yang akan terjadi jika anda menabur dalam kerelaan dan sukacita?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih atas firman-Mu yang membukakan mata hati kami. Roh Kudus, ajar kami untuk menabur dengan rela hati dan sukacita, sehingga Tuhan berkenan atas persembahan kami. Dan kami boleh menerima great miracle, mujizat keuangan besar, untuk menjadi saksi Kristus bagi banyak jiwa. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.