MEMBUAT KEPUTUSAN YANG BIJAKSANA

RHEMA HARI INI

Yakobus 3:17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik

Mengambil keputusan adalah suatu tindakan yang seringkali tidak mudah untuk dilakukan. Sekalipun hal yang kelihatannya sederhana, seperti memilih menu makan siang, kadang-kadang bisa membingungkan. Karena itu ada orang-orang yang lebih senang untuk menyerahkan keputusan, kecil ataupun besar, kepada orang lain daripada ia menjadi pusing. Ada pula orang yang memang sering tidak mau mengambil keputusan karena takut menghadapi resikonya. Lalu, bagaimana sebenarnya kita harus bersikap dalam mengambil sebuah keputusan?

Pada waktu raja Salomo pergi mempersembahkan kurban bakaran di Gibeon, Tuhan menampakkan diri dalam suatu mimpi dan berfirman, “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu” (1Raj 3: ay.4-5). Bukannya meminta umur panjang, kekayaan, atau kekuasaan, Salomo meminta hikmat untuk memimpin umat Tuhan yang begitu besar (ay.7-9). Salomo menyadari bahwa kokohnya suatu kerajaan bergantung pada hikmat yang dimiliki rajanya. Tuhan berkenan atas permintaan Salomo dan memberikan kepadanya hikmat yang luar biasa. Terbukti, pada waktu terjadi perselisihan antara dua orang perempuan yang memperebutkan seorang bayi, Salomo dapat menyelesaikannya dengan bijaksana (ay.16-28).

Salah satu hal yang menjadi kerinduan semua orang adalah mengalami perjanjian damai yang sesungguhnya. Salah satu pilar yang penting untuk dapat mengalami perjanjian damai adalah pengambilan keputusan yang bijaksana. Seperti Salomo, kita perlu berdoa memohon hikmat agar Tuhan memampukan kita untuk mengambil keputusan dengan bijaksana. Mintalah hikmat agar bisa membedakan antara hal-hal yang bisa dan harus diubah dan hal-hal yang tidak bisa kita ubah. Dengan demikian kita beroleh kebijaksanaan apakah kita harus berbuat sesuatu (do something) atau tinggal diam dan berserah kepada-Nya (do nothing). Tidak secara kebetulan jika rhema firman Tuhan hari ini berkata bahwa “Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni”. Kita tidak boleh bersandar kepada pengertian kita sendiri, tetapi harus mau mencari apa yang dikehendaki oleh Tuhan.

RENUNGAN

Salah satu PILAR YANG PENTING dalam Perjanjian Damai adalah MEMBUAT KEPUTUSAN BIJAKSANA.

APLIKASI

1. Bagaimana cara Anda selama ini dalam mengambil sebuah keputusan? Sudahkah Anda membuat keputusan yang bijaksana?
2. Menurut Anda, mengapa membuat keputusan yang bijaksana menjadi pilar penting dalam Perjanjian Damai?
3. Hal-hal apa yang akan Anda lakukan ke depannya agar Anda dapat membuat keputusan yang bijaksana? Tuliskanlah.

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan Yesus, kami mengucap syukur atas kebaikan-Mu dalam hidup kami. Begitu banyak berkat yang Kau limpahkan dalam hidup kami. Ajar kami untuk senantiasa dapat mengandalkan-Mu dan berserah penuh kepada-Mu. Sehingga kami tidak pernah salah dalam menentukan langkah kami selanjutnya. Di dalam nama Tuhan Yesus kami telah berdoa. Amin”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!