Membuktikan Iman Atas Kesembuhan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
1 Yohanes 3:19-24

RHEMA HARI INI
1 Yohanes 3:22-23 dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.

Tidak ada orang yang suka sakit. Namun sakit bisa menyerang siapa saja dan sering kalinya penyakit itu seolah-olah betah tinggal di dalam tubuh kita. Seperti seorang bapak yang sudah bolak-balik ke dokter di puskesmas desanya, ia tak kunjung sembuh juga. Sehingga suatu hari anaknya memintanya untuk pergi ke dokter kenalannya di kota besar. Berbekal alamat di tangannya, ia pun menemui dokter itu. Setelah diperiksa, dokter itu menuliskan resep obat untuknya dan berkata, “Ini diminum sehari tiga kali ya, Pak. Pagi, siang, malam. Dijamin cepat sembuh!” Bapak ini pun pulang ke rumah. Esok paginya, ia menyobek kertas resep yang diberikan sang dokter menjadi tiga bagian. Ia percaya bahwa pengobatan dari dokter kota pasti mujarab. Demikianlah ia meminum tiap bagian sobekan kertas itu dengan air di pagi, siang, dan malam hari.

Kita mungkin saja tertawa mendengarkan kisah tersebut. Namun, satu hal yang bisa kita petik darinya: ketaatan. Ya, meski si bapak salah menangkap kata-kata sang dokter, ia tak mempertanyakan metode penyembuhan yang tidak lazim itu. Ia percaya pada dokter yang direkomendasikan anaknya. Ia percaya apa pun yang dokter itu suruh pasti akan menyembuhkannya. Karena itu tanpa ragu ia melakukan perintah dokter tersebut.

Seperti itu juga seharusnya iman kita kepada Yesus. Setidak masuk akal apa pun firman-Nya bagi nalar kita, jika kita percaya, jika kita sungguh-sungguh beriman, tak seharusnya kita meragukan perkataan-Nya. Kalau kita tidak ragu, tentu kita pun akan melakukan apa pun yang Tuhan perintahkan. Bagaimanapun, iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati. Iman yang melahirkan tindakan atas dasar ketaatan inilah, yang Tuhan tunggu dari kita. Iman dan ketaatan kita akan membuka kunci rahasia kesembuhan ilahi, sehingga mujizat kesembuhan besar itu bisa menjadi bagian kita dan nyata atas hidup kita. (MV.L)

RENUNGAN
IMAN harus selalu bisa DIBUKTIKAN dengan KETAATAN.

APLIKASI
1. Adakah ketaatan yang Tuhan minta dari Anda sekarang ini, tetapi sedang Anda tunda-tunda? Mengapa Anda menundanya?
2. Mengapa iman harus dibuktikan dengan ketaatan dari pihak Anda?
3. Komitmen apa yang bisa Anda ambil untuk bisa membuktikan iman Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Ya Bapa, terima kasih atas hari yang Kau berikan kepada kami. Ajar kami untuk memiliki iman yang kuat dan bertumbuh. Ajar kami juga untuk selalu berlaku setia dan melakukan segala apa yang Kau perintahkan saja. Kami mau lebih taat kepada setiap kehendak-Mu dan hanya berbuat apa yang berkenan kepada-Mu saja Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.