MEMENUHI SORGA DENGAN PERSEMBAHAN SAMPAI AWAN-AWAN SARAT MENGANDUNG HUJAN BERKAT

RHEMA HARI INI

Pengkotbah 11:3b Bila awan-awan sarat mengandung hujan, maka hujan itu dicurahkannya ke atas bumi; dan bila pohon tumbang ke selatan atau ke utara, di tempat pohon itu jatuh, di situ ia tinggal terletak.

Seorang jemaat gereja kita bernama Trifena bersaksi, meski keadaan keuangannya buruk dan masih ditambah lagi masa pandemi, namun ia tetap taat mengembalikan persepuluhan. Dengan hati yang penuh sukacita, ia mengimani apa yang disampaikan oleh Pak Obaja, Pak Jonathan dan Ibu Nita serta Ibu Guntur, dalam Maleakhi 3:10 dan Mazmur 126:5-6. Janji Tuhan dirasakan Trifena sangat luar biasa, setiap ia mengembalikan persepuluhan dari setiap berkat yang ia terima, maka ia selalu mendapatkan berkat keuangan lebih dari apa yang telah ia kembalikan. Terlebih di masa pandemi ini, pemeliharaan Tuhan dalam keluarganya sungguh luar biasa. Berkat Tuhan datang silih berganti lewat saudaranya. Baik itu berupa suplai vitamin, sembako dan juga uang, sehingga apa yang menjadi kebutuhannya selalu Tuhan sediakan tepat pada waktunya. Trifena yakin dan percaya semua yang ia terima itu semata mata karena kasih dan anugerah Tuhan.

Membaca kesaksian Trifena, mungkin ada diantara kita yang bertanya-tanya, saya sudah menabur dengan sukacita juga, tetapi mengapa belum ada tuaian yang saya dapatkan? Ternyata bukan kita saja yang bertanya-tanya, Pak Jonathan pun sempat merasa setelah beliau menabur, selama bertahun-tahun sepertinya beliau tidak melihat apapun. Tetapi Pak Jonathan memilih tetap percaya firman Tuhan dan terus menabur dengan sukacita. Sekarang kita bisa melihat, hujan berkat seperti tak henti-hentinya tercurah dalam kehidupan beliau. Ini semua karena beliau berhasil mendapat pewahyuan dari Roh Kudus dan beliau ingin mengimpartasikannya kepada kita semua.

Tahukah Saudara, ketika kita terus menabur dengan sukacita, maka itulah masa dimana kita sedang memenuhi sorga dengan persembahan kita sampai awan-awannya sarat mengandung hujan berkat. Begitu awannya penuh, maka hujan tidak tertahankan lagi. Segera hujan berkat yang deras itu dicurahkan-Nya keatas hidup kita. Oleh sebab itu, janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah (Galatia 6:9). Jangan berhenti menabur, sebab ketika telah tiba waktunya, maka hujan berkat itupun tak akan henti-hentinya tercurah dalam hidup kita. Amin.

RENUNGAN:

Masa MENABUR DENGAN SUKACITA adalah masa kita MEMENUHI SORGA dengan persembahan sampai awan-awan sarat mengandung hujan berkat.

APLIKASI

1. Bagaimana sikap hati Anda saat menabur?
2. Apa yang perlu Anda koreksi dalam sikap hati Anda?
3. Apa komitmen Anda setelah mendapat pewahyuan pada malam hari ini?

DOA UNTUK HARI INI

“Kami menyadari Tuhan, bahwa apa yang ada pada kami semuanya datangnya dari Engkau. Kami mau terus belajar untuk menabur dengan penuh sukacita, sehingga ketika tiba waktu-Mu nanti, Engkau akan menyatakan hujan berkat atas hidup kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!