MEMPERLAKUKAN KELUARGA DENGAN KASIH

RHEMA HARI INI

1 Korintus 13:4-7 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Dalam sebuah keluarga, terkadang ada salah satu anak yang luar biasa. Dengan artian, luar biasa nakal, pemberontak dan pembuat masalah dalam keluarga. Begitupula yang terjadi di keluarga Doni, adik bungsunya yang meskipun seorang perempuan, tetapi bandelnya jauh melebihi kakak-kakaknya yang lain. Berulang kali Yola, adik bungsu Doni, membuat ibu menangis karena sedih dan marah. Kalau sudah demikian, tensi darah ibu naik dan jatuh sakit. Meskipun kerap dimarahi oleh kakak-kakaknya, namun kelakuan Yola tak juga berubah, malah semakin memberontak karena merasa tidak dimengerti. Jika menuruti kata hatinya, Doni sudah gemas sekali ingin menindak Yola secara fisik.

Tetapi benar kata pepatah, setega-teganya melihat saudara menderita namun tak akan tega sampai benar-benar binasa. Ketika suatu kali Yola bertindak melampaui batas dan harus berurusan dengan hukum, keluarga Yola bersatu untuk menolong Yola. Meskipun awalnya hendak dibiarkan sebagai pelajaran, namun pada akhirnya rasa kasih keluarga kepada Yola, membuat mereka akhirnya sepakat untuk turun tangan dan menyelamatkan Yola. Kini setelah Yola dewasa dan berkeluarga, ia suka tersenyum sendiri jika mengingat omelan kakak-kakaknya dulu, sekarang ia menyadari kebenaran kata-kata mereka. Yola telah lama menyadari kesalahannya, dan sudah meminta maaf pada keluarga. Hubungan mereka pun dipulihkan Tuhan dengan indah.

Bukti tindakan kasih terbesar adalah pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. Karena kasih-Nya pada kita anak-anak milik-Nya, maka Dia yang tak berdosa rela menanggung hukuman. Jika kita mau menyadari, saat itu manusia bukan dalam posisi pantas untuk dibela bahkan diselamatkan, melainkan penuh dosa dan kesalahan. Tindakan kasih Tuhan inilah yang seharusnya menjadi contoh dan teladan bagi kita semua. Tidak ada seorangpun yang sempurna termasuk keluarga kita, tetapi saat kita mempunyai rasa memiliki atas setiap orang yang sudah Tuhan pecayakan, maka kita akan bisa memperlakukan keluarga kita dengan kasih.

RENUNGAN

Saat kita mempunyai RASA MEMILIKI, kita akan bisa MEMPERLAKUKAN keluarga kita dengan KASIH.

APLIKASI

1. Menurut Anda, mengapa rasa memiliki dalam keluarga sangatlah penting?
2. Apa saja yang dapat menyebabkan hilangnya rasa memiliki dalam keluarga?
3. Bagaimana cara Anda untuk menumbuhkan rasa saling memiliki dalam keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa kami berdoa untuk setiap keluarga, ajari kami untuk dapat mengasihi seperti Engkau terlebih dahulu mengasihi kami. Tumbuhkan rasa memiliki atas setiap anggota keluarga kami. Kami percaya pemulihan terjadi atas setiap keluarga. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!