Mempersembahkan Ketaatan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Kejadian 22:1-19

RHEMA HARI INI
Kejadian 22:3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.

Nuel yang berusia 7 tahun sangat menyukai mobil-mobilan. Ia mengoleksi banyak sekali jenis mobil-mobilan. Namun, ada sebuah mobil-mobilan yang cukup mahal yang sangat ingin ia miliki. Ayahnya tidak membelikannya dan malah menyuruh Nuel menyisihkan sebagian dari uang sakunya. Setelah hampir setahun, tabungannya sudah cukup untuk membeli mobil-mobilan yang diinginkannya. Ia pun bergegas mencari ayahnya dan memintanya mengantarkan ke toko mainan. Akan tetapi, ayahnya meminta uang tabungannya untuk membayar beberapa tagihan di rumahnya.

Awalnya Nuel hendak menolak permintaan ayahnya, tetapi ia ingat ayahnya sangat menyayanginya dan ia tidak mau mengecewakan hati ayahnya. Nuel pun memberikan semua uang simpanannya kepada ayahnya. Beberapa bulan kemudian, tepat di hari ulang tahunnya, Nuel dikejutkan dengan sebuah kado di atas meja belajarnya. Dengan hati-hati ia membukanya. Ternyata kotak kado itu berisi dua benda. Yang satu adalah mobil-mobilan yang sangat diinginkannya, dan yang lain lintasannya. Setelah memandangi kadonya sesaat, Nuel berlari mencari ayahnya dan memeluknya erat.
Abraham juga pernah diperhadapkan pada pilihan sulit saat Tuhan meminta Ishak sebagai persembahan untuk-Nya. Bagi Abraham, Ishak adalah anak yang paling dia sayangi, paling berarti, dan paling berharga dalam hidupnya. Namun, saat Allah berfirman, tanpa menunda, tanpa bertanya, tanpa berdebat, esok harinya pagi-pagi benar ia segera berangkat. Melihat ketaatan total Abraham, Tuhan pun memberikan urapan untuk berkuasa yang dahsyat dalam hidupnya (ay.17-18).

Kita pun bisa mengalami mujizat besar dalam hidup ketika kita taat mempersembahkan apa yang paling kita sayangi atau yang paling berharga dalam hidup kita. Marilah kita belajar taat kepada setiap perintah Tuhan. Mengikuti Pondok Daud, mempraktekkan doa profetik, menaburkan benih profetik, dan memberitakan Injil. Percayalah, Tuhan akan bekerja dan menyatakan kuasa-Nya begitu saja dalam hidup kita. Jangan biarkan ketidaktaatan menjadi penghalang untuk mujizatNya terjadi dalam hidup kita. (LEW)

RENUNGAN
Hanya ketika KETAATAN DIPERSEMBAHKAN, mujizat besar BISA TERJADI.

APLIKASI
1. Bagaimana respon Anda ketika Tuhan meminta Anda untuk taat mempersembahkan sesuatu yang Anda sayangi?
2. Dalam hal apa Anda belajar taat mempersembahkan sesuatu yang terbaik untuk Tuhan?
3. Apakah komitmen Anda untuk taat kepada Tuhan? Sebutkan!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur karena Engkau sudah memberikan teladan ketaatan kepada kami. Kami mau mengikuti Engkau dengan taat memberikan apa pun yang kami miliki untuk kemuliaan nama-Mu. Kami percaya, ketika kami taat mempersembahkan, mujizat besar akan terjadi dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.