Mempersiapkan Diri Untuk Hal Yang Lebih Besar

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Kolose 4:1-6

RHEMA HARI INI
Kolose 4:2 Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.

Ray Charles kehilangan penglihatan matanya saat masih kecil. Ia tumbuh besar di sekolah khusus orang tunanetra, tempat ia belajar memainkan piano dan menyanyi. Dengan cepat ia menemukan talentanya dalam bermusik. Teman-temannya percaya akan bakatnya, dan Charles mempercayai mereka. Pada tahun 1046, band Lucky Millinder datang ke Orlando. Charles berhasil mendaftar untuk audisi. Ia menyanyi dan memainkan piano dengan segenap kemampuannya. Millinder mendengarkan dengan seksama. Di akhir audisi itu, Charles berharap akan mendengar pujian akan penampilannya, tetapi yang didengarnya justru adalah kata-kata yang menghancurkan hatinya. “Belum cukup baik, Nak.” Charles mengira ia salah dengar dan meminta Millinder mengulangi kata-katanya, “Kamu sudah mendengar kata-kataku, kamu belum cukup baik.”

Belakangan Charles berkomentar tentang kejadian itu. “Saya kembali ke kamar dan menangis selama berhari-hari.” Setelah waktu berlalu dan ia merenungkan apa yang terjadi, Charles bangkit kembali. Ia pun menganggap pukulan itu sebagai hal terbaik yang pernah menimpa hidupnya. Charles berlatih kembali dan berketetapan agar tidak ada lagi orang yang mengatakan itu kepadanya. Ia bersiap untuk hal yang jauh lebih besar. Pada akhirnya sejarah mencatat prestasinya sebagai penyanyi, penulis lagu, musisi dan komposer yang dianggap jenius.

Kita harus belajar bersyukur dengan keadaan kita hari ini, apa pun kenyataan yang terlihat mata. Tetaplah berdoa dan mengharapkan yang terbaik dari Tuhan. Imani bahwa hal yang besar sedang Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita. Tuhan akan mengadakan Revival besar, bahkan yang jauh lebih besar di tengah-tengah kita. Percayai rhema yang kita dapatkan. Beranilah bayar harga. Masa-masa yang berat akan datang, zona nyaman kita akan diusik, tetapi itu semua adalah persiapan yang kita harus jalani. Anggaplah semua itu sebagai pukulan terbaik dalam hidup kita. Percayalah, ini adalah waktunya untuk yang lebih besar lagi. Kita akan menyambut dan melihat perkara yang jauh lebih besar, dan great revival yang Tuhan janjikan akan terjadi, terjadi, dan terjadi dalam hidup kita.

RENUNGAN
Persiapkan diri untuk MENYAMBUT dan MELIHAT hal-hal yang JAUH LEBIH BESAR.

APLIKASI
1. Hal besar apakah yang tengah Anda nanti-nantikan terjadi dalam hidup Anda?
2. Mengapa Anda perlu mempersiapkan diri?
3. Bagaimana caranya Anda dapat mempersiapkan diri untuk hal yang jauh lebih besar tersebut?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, kami bersyukur atas segala sesuatu yang Engkau izinkan terjadi dalam hidup kami. Baik maupun buruk, kami percaya Engkau yang berkerja dalam semua itu untuk mendatangkan kebaikan bagi kami. Apa pun yang kami alami, semua itu adalah untuk mempersiapkan kami menerima hal-hal yang lebih besar dari-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.