MEMPRIORITASKAN IBADAH DI BAIT ALLAH

RHEMA HARI INI

Hagai 1:8 Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.

Seorang bapak duduk termenung di teras rumahnya seperti sedang menanti datangnya seseorang. Setiap sore, itulah yang dilakukan sang bapak. Ia akan duduk di sana sampai matahari terbenam lalu masuk ke rumah. Bapak ini memiliki seorang putra yang di rawatnya dengan penuh cinta sedari kecil. Kini putranya itu telah menjadi orang sukses dan memiliki sebuah perusahaan besar. Dulu ketika baru memulai usaha, putranya hampir setiap hari datang mengunjungi bapaknya, tetapi kini belum tentu sebulan sekali putranya itu mau datang berkunjung. Sang bapak pun merasa sangat kesepian.

Suatu sore, putra sang bapak akhirnya datang. Dengan sangat senang, bapak itu menyambut kepulangan anak kesayangannya. Ia berharap putranya mau tinggal cukup lama untuk menemaninya bercengkrama, tetapi baru beberapa saat putranya sudah gelisah dan berkali-kali mengecek jam tangannya. Bapak itu berusaha menahan dan mengatakan ada sesuatu yang penting hendak ia katakan, namun sang putra beralasan ada pekerjaan yang harus ia lakukan. Dengan kecewa, bapak itu melihat kepergian putranya. Diambilnya sebuah amplop dari lemari, mengelemnya dan menuliskan alamat sebuah panti asuhan. Isinya adalah sebuah cek dengan nominal yang sangat besar. Tadinya ia hendak memberikannya kepada putranya, tetapi karena sang putra sepertinya tidak membutuhkannya, maka bapak itupun memutuskan untuk menyumbangkan saja tabungannya kepada yang membutuhkan. Apa yang seharusnya bisa diterima oleh anaknya, diberikannya begitu saja kepada orang lain karena anaknya kurang menghargai saat kebersamaan dengan bapaknya.

Menguduskan hari Sabat di jaman sekarang ini bicara tentang mengkhususkan hari untuk beribadah kepada Tuhan di Bait Allah. Namun berapa banyak diantara kita yang beranggapan bahwa hari Minggu adalah hari libur nasional, dimana kita bisa lepas dari rutinitas pekerjaan, sekolah dan kewajiban-kewajiban lainnya. Padahal bagi Tuhan, hari Minggu adalah hari dimana IA ingin menyampaikan rhema khusus dan memberkati kita yang yang memprioritaskan waktu untuk beribadah kepada-Nya. Tetapi terkadang jangankan satu hari, satu jam lebih lama di rumah Tuhan saja membuat kita sudah merasa gelisah dan tidak tenang. Mari, kita perbaharui kasih kita kepada Tuhan. Jangan sampai kita mengalami hal yang sama seperti anak dalam kisah diatas yang kehilangan berkat karena mengabaikan kebersamaan dengan bapaknya. Ketika kita mengkhususkan diri untuk beribadah, maka Tuhan akan menyatakan berkat serta anugerah-Nya yang besar dalam hidup kita.

RENUNGAN

Memprioritaskan IBADAH DI BAIT ALLAH adalah kunci MENGALAMI KEMENANGAN besar.

APLIKASI

1. Sudahkah Anda memprioritaskan ibadah di Bait Allah? Jika belum, apa sebabnya?
2. Apa yang akan Anda dapatkan ketika Anda memprioritaskan ibadah di Bait Allah?
3. Apakah komitmen yang Anda buat dengan Tuhan mengenai ibadah di Bait Allah?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, terimakasih atas segala berkat-Mu dalam hidup kami sampai saat ini. Ampuni kami jika selama ini kami tidak memandang penting ibadah di Bait Allah. Mampukan kami untuk menjadikan ibadah di Bait-Mu menjadi prioritas kami sejak saat ini. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!