Menabur Benih Yang Sangat Berharga

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Lukas 16:10-14

RHEMA HARI INI
Lukas 16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

Bagaimanakah jika Tuhan menantang Anda untuk memberikan persembahan yang tidak sedikit, bahkan habis-habisan? Pak Obaja pernah ditantang Tuhan untuk mempersembahkan tanah dan rumah yang ia miliki, supaya gereja kita di Solo bisa membangun gedung gereja berkapasitas 5.000 jiwa. Tentu tidak mudah untuk mengiyakan tantangan tersebut. Namun, Pak Obaja memberanikan diri mengambil keputusan untuk menaburkan rumah dan tanah tersebut sebagai benih profetik. Jika Pak Obaja memilih tidak menabur, mungkin sekarang Keluarga Allah belum memiliki gereja seperti saat ini. Ketaatan beliau inilah yang dipakai oleh Tuhan untuk membangun kegerakan yang lebih besar lagi di gereja kita. Pak Obaja juga semakin diberkati, bahkan jadi berkat semakin besar lagi.

Demikian juga dengan kita, mungkin kita ditantang untuk menabur pada saat kekurangan, atau sebaliknya pada saat kita sudah berkecukupan atau bahkan berkelimpahan. Memang susah untuk menabur di saat kekurangan, tetapi bagi yang pernah mengalaminnya, ternyata lebih susah menabur pada saat kelimpahan. Tidak banyak orang yang bisa. Bahkan anak muda kaya raya yang ditantang oleh Tuhan Yesus untuk menabur pun mundur karena banyak hartanya (Mat. 19:16-24). Sadarilah bahwa harta itu magnetnya besar sekali, sampai-sampai Mazmur 62:11b mengingatkan kita: apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya.

Tantangan yang Tuhan berikan pada kita untuk menabur berbeda-beda satu dengan yang lain, sesuai dengan kapasitas kita masing-masing. Tahun ini Tuhan menantang kita untuk rela menabur sesuai dengan kemampuan kita. Seberapa pun yang kita miliki, marilah kita belajar taat. Saat kita rela menabur benih yang sangat berharga yang kita miliki, Tuhan pun akan menyediakan mujizat tuaian besar bagi setiap kita. Bahkan yang belum pernah kita alami di tahun-tahun sebelumnya. (LEW)

RENUNGAN
Bagi orang yang rela menabur BENIH YANG SANGAT BERHARGA untuk ukurannya, Tuhan sudah menyediakan MUJIZAT TUAIAN BESAR.

APLIKASI
1. Apakah Anda bersedia menabur benih yang sangat berharga sesuai kemampuan Anda ? Jika sudah atau belum, mengapa?
2. Mengapa Anda perlu menaburkan benih yang sangat berharga bagi Anda untuk Tuhan?
3. Apa komitmen Anda dalam memberikan benih yang sangat berharga bagi gereja Anda? Sebutkan!

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih Engkau mengingatkan kami untuk memiliki kerelaan hati menabur benih yang sangat berharga sesuai kemampuan kami. Kami mau memberikan yang terbaik untuk-Mu, ya Tuhan. Kami percaya mujizat tuaian besar akan Engkau berikan kepada kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.