Menabur Dalam Kekurangan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
2 Korintus 9 : 6 – 15

RHEMA HARI INI
2 Korintus 9:6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

Bagi kita yang pernah tinggal di desa atau mungkin pernah pergi ke desa, pasti tidak asing dengan dengan salah satu mata pencaharian mayoritas penduduk desa, yaitu bertani. Ya, pertanian adalah salah satu bidang yang identik dengan daerah pedesaan. Bagi petani, hal yang paling menyenangkan adalah ketika datang musim panen. Tentu saja, harapan mereka adalah panen dengan hasil yang melimpah dan bagus pula. Namun, merekapun pasti menyadari bahwa masa panen tidak bisa dilepaskan dengan yang namanya masa menabur. Petani tidak akan bisa menuai banyak, jika mereka hanya menabur sedikit di sawahnya. Namun sebaliknya, jika mereka menabur benih banyak, pasti mereka akan menuai banyak juga.

Di dalam keseharian kitapun, hukum tabur tuai juga tetap berlaku. Tidak mungkin kita akan menuai jika kita tidak pernah menabur apapun. Ingatlah, apa yang terjadi pada kita adalah hasil dari apa yang pernah kita lakukan. Saat inipun, Tuhan mengingatkan kita kembali untuk setiap kita berani menabur, bahkan menaburkan benih profetik, yaitu menaburkan sesuatu yang sangat berharga yang mungkin itu adalah kepunyaan kita yang terakhir. Abraham menaburkan benih profetiknya dengan mempersembahkan Ishak, anak satu-satunya yang diberikan Tuhan pada masa tuanya. Janda Sarfat memberikan segenggam tepung dan sedikit minyak untuk membuatkan roti bagi Elia sebagai benih profetiknya, padahal itu adalah makanan miliknya yang terakhir.

Masih banyak lagi contoh tokoh di Alkitab yang menaburkan benih profetiknya. Saat mereka menaburkan benih profetiknya, tak sedikit yang disertai dengan air mata. Karena bagaimanapun, yang diberikan itu adalah kepunyaan mereka yang sangat berharga. Akan tetapi, pada akhirnya semua menuai dengan bersorak-sorai. Mengapa? Karena mujizat besar Tuhan nyatakan ketika mereka memberikan benih profetik dengan kesungguhan hati mereka. Oleh karena itu, marilah kita belajar taat kepada Tuhan dengan mengambil bagian berani menaburkan benih profetik kita masing-masing, meskipun mungkin kita sedang dalam keadaan kekurangan. Percayalah mujizat besar akan Tuhan nyatakan dalam kehidupan kita semua. (LEW)

RENUNGAN
Ketika kita BERANI MENABURKAN benih profetik DALAM KEKURANGAN kita, maka kita akan MENERIMA MUJIZAT BESAR dari Tuhan.

APLIKASI
1. Apakah Anda pernah menabur benih profetik dalam kekurangan Anda? Jika sudah atau belum, mengapa?
2. Apa yang Anda rasakan saat Anda menabur dalam kekurangan?
3. Sebutkan langkah iman Anda dalam menabur benih profetik bagi gereja Anda!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur untuk setiap berkat yang telah Kau berikan bagi kami. Jika hari ini Engkau mengingatkan kami untuk kami setia menabur benih profetik, bahkan di saat kekurangan, kami mau taat ya, Tuhan. Kami percaya mujizat besar akan Kau nyatakan bagi kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.