MENABUR DENGAN KERELAAN DAN SUKACITA

RHEMA HARI INI

1 Tawarikh 29:9 Bangsa itu bersukacita karena kerelaan mereka masing-masing, sebab dengan tulus hati mereka memberikan persembahan sukarela kepada TUHAN; juga raja Daud sangat bersukacita.

Sebuah badai hebat yang melanda kota Springfield, Amerika Serikat, merobohkan pohon oak setinggi 60 kaki. Pohon itu roboh menimpa rumah Mrs. Elissa Myers. Mengetahui hal ini, Johnny Karlinchak seorang bocah lelaki berusia 8 tahun, langsung mengambil celengan babinya yang berisi 1,25 dollar dan memberikannya kepada Mrs. Myers. Tak berhenti sampai disana, Johnny mendirikan sebuah stand yang menjual minuman limun untuk mengumpulkan donasi bagi perbaikan rumah Mrs. Myers. Hanya dalam waktu beberapa hari saja telah terkumpul dana lebih dari 500 dollar dari mereka yang tergerak oleh maksud dan perbuatan baik Johnny. Banyak diantara mereka yang membayar jauh lebih banyak dari yang seharusnya, untuk sebotol limun dan 2 kue yang dibuat oleh kakak Johnny, sehingga uang donasi masih terus bertambah dengan cepat saat berita ini di terbitkan oleh The Washington Post.
Ketika Johnny di wawancarai sebuah stasiun radio lokal, mengapa ia sampai rela berjualan limun untuk membantu tetangganya, Johnny menjelaskan bahwa ketika kakaknya meninggal dunia akibat kecelakaan 4,5 tahun yang lalu, para tetangga bersama-sama menolong keluarga mereka melalui masa-masa gelap yang penuh kepedihan. Selama 9 bulan keluarga Karlinchak bahkan tidak perlu memasak, sebab para tetangga mensupport mereka serta memberi penghiburan sampai mereka berhasil melalui masa kesedihan dan kehilangan mereka. Hal inilah yang menginspirasi Johnny untuk melakukan hal yang sama.
Ya, apapun yang dilakukan dengan hati yang tulus dan dengan sukacita, akan menyebar dan memberi dampak yang besar. Inilah rahasia Kristus yang kedua, yaitu MEMBERI dengan hati yang RELA dan SUKACITA. Ada banyak orang yang ketika mendengar khotbah tentang taburan, tidak senang hatinya. Mereka akhirnya tetap menabur juga tetapi dengan bersungut-sungut, berat hati dan ada rasa curiga di dalam dada. Tak heran jika mereka menabur namun tak beroleh tuaian apa-apa. Sadarilah, sama-sama menabur atau memberi, jika kita melakukannya dengan rela dan sukacita, maka kita akan mengalami Uncommon Harvest, tuaian yang tidak biasa. Apa yang kita tabur, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang akan kita tuai, sebab kerelaan dan sukacita dalam menabur itulah yang menjadi pupuk bagi benih yang kita taburkan sehingga berbuah tuaian yang luar biasa. Tuhan Yesus memberkati. (ABU)

RENUNGAN

KERELAAN DAN SUKACITA dalam menaburlah yang menjadi PUPUK BAGI BENIH yang kita taburkan.

APLIKASI

1. Apa yang terlintas dalam pikiran Anda ketika mendengar firman atau kothbah tentang menabur?
2. Selama ini, apakah Anda telah menabur dengan kerelaaan dan sukacita? Mengapa demikian?
3. Apa yang Anda alami dan rasakan ketika Anda menabur dengan kerelaan hati dan sukacita?

DOA UNTUK HARI INI

Bapa, terimakasih Engkau telah mengingatkan kami pada hari ini. Ampunilah kami jika kami masih tidak rela hati ataupun menyimpan rasa curiga ketika kami menabur. Kami mau mau terus belajar untuk menabur dengan kerelaan hati dan sukacita, sebab persembahan seperti inilah yang Kau sukai dan Kau terima. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!