Menabur Di Musim Semi

amazing-awesome-beatiful-beauty-Favim.com-885425RHEMA HARI INI
Galatia 6:9. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Seorang pendeta di sebuah gereja pedesaan, meminta seorang jemaatnya untuk melayani sebagai ketua departemen keuangan gereja. Pria itu, adalah pemilik sekaligus pengelola tempat pengolahan gandum terbesar di daerah tersebut, bersedia melayani namun ia meminta supaya laporan pertanggungjawabannya untuk tahun pertama diberikan di ujung tahun. Biarpun syarat tersebut dianggap agak aneh dan memerlukan kepercayaan besar, si pendeta dan majelis gereja yang lain akhirnya menyetujui, mereka mempercayai pribadi dan kesanggupan pria tersebut. Pada akhir tahun pelayanannya, pria tersebut memberikan laporan bahwa keuangan gereja tersebut mengalami surplus. “Bagaimana anda melakukan ini semua?” Tanya si pendeta. Ia hanya mengetahui tentang persembahan mingguan yang tidak banyak jumlahnya selama ini. Majelis gereja tersebut yang sebagian besar adalah petani gandum tersebut juga tidak kalah kagetnya. Si ketua departemen keuangan dengan tenang menjawab, “Kalian semua membawa gandum ke pengolahan saya, saat kalian berbisnis dengan saya, saya menahan 10 persen dan menyalurkannya untuk pekerjaan Tuhan di gereja, dan yang pasti jumlahnya semakin bertambah dari panen ke panen, Tuhan memberkati kita semua” Pria yang diberi hikmat Tuhan tersebut bukan hanya mengelola keuangan gereja, pada saat semua jemaat yang juga petani pelanggan pengolahan gandum tersebut mempercayainya, Dia juga mengelola persembahan jemaat kepada gereja, dan Tuhan tidak pernah ingkar janji-Nya, Dia mencurahkan berkat atas jemaat-Nya dan juga gereja-Nya.

Hukum tabur tuai adalah hal yang sederhana, Menabur benih padi (natural), pasti menuai biji padi (natural), setiap petani melakukannya, tetapi menabur berkat secara keuangan dan menabur kasih masih banyak dipertanyakan tentang kepastian tuaiannya, dengan akal pikiran manusia itu adalah hal yang sulit untuk dimengerti. Ketika kita merindukan Mujizat dan Berkat-berkat yang diluar nalar kita (supranatural), kita juga harus berani menabur perkara-perkara yang tidak biasa (supranatural). Kita bertindak dengan Iman Percaya (supranatural), kita pasti mengalami Mujizat Allah (supranatural). (CG)

RENUNGAN
Musim semi adalah saat untuk menabur.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah menabur?
2. Langkah nyata apa yang akan Anda lakukan untuk menabur bagi pekerjaan Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa, terimakasih karena Engkau sudah memberikan janji yang luar biasa bahwa siapa yang menabur pasti menuai. Kami terima janji-MU dan kami akan melangkah menabur di musim semi yang Engkau sediakan bagi kami. Amin.