Menabur Kasih Dalam Momen Kesepian

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Galatia 6:1-10

RHEMA HARI INI
Galatia 6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Dr. Richard Blaylock memiliki reputasi kelas satu sebagai manajer yang kompeten dan dokter klinik yang ahli. Meski demikian, ketika rumah sakitnya bergabung dengan manajemen yang baru, administrator yang baru dengan segera melucuti Rick dari tugas-tugas administrasinya. Rick merasa disingkirkan. Ide-idenya diabaikan dan keahliannya tidak diakomodasi. Ia tetap bertahan dengan sistem baru itu selama lima tahun, tetapi optimismenya segera tergantikan rasa marah, terluka, dan kesepian. Ketika ia pensiun dini setelah mengabdi dalam waktu yang panjang, ia tidak menerima ucapan terima kasih yang layak atas kontribusinya. Rick mengatakan, “Saya merasa sedih dan kecewa selama kira-kira sebulan.” Lalu ia memutuskan untuk melepas kekecewaannya. Ia mendengar tentang sebuah rumah sakit di pinggiran kota yang memerlukan dokter relawan. Tak lama kemudian, ia tidak hanya terdaftar sebagai dokter, tetapi juga administrator. Dua tahun kemudian pendapatan rumah sakit itu membaik, para perawat yang baik bergabung, dan rumah sakit itu segera menjadi rujukan favorit.

Ketika seseorang merasa kepentingannya tidak terakomodasi, keberadaannya diabaikan. Tersingkir dan tertolak. Banyak orang kemudian akan menarik diri dan menjadi pasif. Kalau berlarut-larut, ia akan terjebak dalam kesepian dan mengisolasi diri. Hilang potensi diri, gagal rencana Tuhan dalam hidupnya.

Rhema hari ini berkata, jangan pasif, taburkanlah kasih untuk membangun hubungan. Mulai melangkah dengan datang kepada Tuhan dalam doa. Tuhan melihat dan memahami isi hati kita. Tuhan merindukan kita bangkit dari keterpurukan. Tuhan ingin kita lepas dari rasa kesepian. Ambil tindakan nyata. Tabur kasih kepada orang-orang di sekitar kita. Kasih yang tulus, tidak serta-merta mendapatkan respons yang baik. Namun janganlah kendor. Tetap tabur kasih kepada siapa pun kita membangun hubungan. Cepat atau lambat kita akan menuai, sebab Tuhan rindu melihat kita bangkit dan berprestasi. Tuhan ingin memaksimalkan potensi yang ada dalam hidup kita, karena itulah, Dia akan memberikan mujizat kesembuhan batin dalam hidup kita. Amin.

RENUNGAN
Saat KESEPIAN MELANDA kita, jangan sampai KITA MENARIK DIRI dan menjadi PASIF, tetapi TABURKANLAH KASIH untuk membangun hubungan.

APLIKASI
1. Apakah hal yang menyebabkan Anda merasa kesepian hari-hari ini?
2. Mengapa Anda tidak boleh menarik diri ketika merasa kesepian?
3. Bagaimana Anda dapat menabur kasih kepada orang-orang di sekeliling Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau selalu menginginkan yang terbaik bagi kami. Berikan kami kekuatan, untuk dapat menaburkan kasih, ketika kami sendiri membutuhkan kasih itu. Penuhilah hati kami dengan kasih-Mu. Agar kami bisa menjadi berkat bagi orang lain. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.