Menabur Saat Berkelimpahan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 6:19-24

RHEMA HARI INI
Matius 6:24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Ketika Ps. Obaja TS ditantang Tuhan untuk mempersembahkan tanah dan rumah yang dia miliki supaya gereja kita di Solo bisa membangun gedung gereja kapasitas 5000 jiwa, ini adalah benih yang sangat berharga bagi Pak Obaja pada waktu itu. Pada waktu itu Pak Obaja bukan orang miskin, dia sudah diberkati Tuhan, bahkan sudah mengalami berkat yang berkelimpahan dari Tuhan. Dia sudah pernah habis-habisan mempersembahkan segalanya bagi Tuhan, dan kemudian Tuhan mencurahkan berkat yang lebih besar lagi. Tapi ternyata Tuhan menantang Pak Obaja berani habis-habisan lagi bagi Tuhan pada saat itu. Akan tetapi Pak Obaja berani mengambil keputusan untuk menaburkan rumah dan tanah tersebut sebagai ‘Prophetic Seeds’-nya. Ternyata inilah yang dipakai oleh Tuhan untuk membangun kegerakan yang lebih besar lagi di gereja kita, dan Pak Obaja juga semakin diberkati, bahkan jadi berkat semakin besar.

Bagi Daud, di penghujung umurnya, untuk mempersembahkan sebagian besar hartanya untuk persiapan pembangunan Bait Allah, itu namanya berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih. Memang dia kaya, tapi bagaimanapun juga memberikan sebagian besar hartanya adalah sesuatu yang sangat berharga untuk ukurannya. Inilah yang namanya prophetic seed/benih profetik. Tapi begitu Daud melakukannya, maka The Great Miracle/Mujizat Besar terjadi: dalam waktu yang singkat Daud menerima tuaian berkat Tuhan yang jauh lebih besar, sehingga ketika dia menutup usianya, Alkitab mencatat: Daud mati ketka sudah putih rambutnya, lanjut umurnya, dalam keadaan penuh kekayaan dan kemuliaan. Artinya sebelum matipun, Tuhan sudah mencurahkan Mujizat Besar dalam hidupnya sebagai tuaiannya.

Demikian juga halnya dengan kita, bisa saja kita ditantang oleh Tuhan untuk menabur pada saat kita sedang kekurangan, tapi juga bisa pada saat kita sedang berkecukupan atau bahkan berkelimpahan. Ini bukan tantangan biasa, sebab jumlah itu sangat besar untuk ukuran kita sekarang ini, sangat berharga bagi kita. Memang susah untuk menabur disaat kekurangan, akan tetapi bagi Anda yang pernah mengalaminya, maka Anda harus mengakui bahwa lebih susah menabur pada saat kelimpahan. Tidak banyak orang yang bisa. Bahkan anak muda kaya raya yang ditantang oleh Tuhan Yesus untuk menabur itupun mundur karena banyak hartanya. Sadarilah bahwa harta itu magnetnya besar sekali, aking besarnya magnet harta ini, sampai-sampai Tuhan Yesus berkata: Lebih mudah unta masuk ke lubang jarum daripada orang kaya masuk Kerajaan Surga. Mengapa? Sebab saat inilah, hati kita akan benar-benar diuji apakah kita cinta Tuhan atau cinta uang. Mari pastikan tidak seorangpun jemaat Keluarga Allah ada yang gagal seperti anak muda yang kaya itu. Bahkan semuanya berhasil seperti Daud, sehingga hidup kita mendapatkan perkenanan Tuhan, mengalami mujizat keungan besar, dan terlebih lagi upah kita besar di Surga.

RENUNGAN
HATI kita akan BENAR-BENAR DIUJI ketika Tuhan meminta kita untuk MENABUR SAAT KELIMPAHAN.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda menyadari dari mana sumber berkat yang sudah Anda peroleh hari ini?
2. Sudahkah Anda mengambil waktu untuk menggali Firman Tuhan agar menjadi rhema untuk menaburkan benih profetik Anda?
3. Adakah yang masih menjadi penghalang untuk Anda menjadikan rhema benih profetik ini?

DOA HARI INI
“Tuhan, urapi kami dengan pewahyuan tentang benih profetik ini sehingga kami dapat memiliki kuasa untuk menaburkan benih profetik sesuai dengan rhema yang telah Engkau berikan atas gereja kami. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.