Menabur Saat Berkelimpahan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 62:1-13

RHEMA HARI INI
Mazmur 62:11b apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya.

Andrew Carnegie dianggap oleh kebanyakan sejarawan sebagai salah satu bangsawan terkaya pada permulaan abad ke duapuluh. Bukan hanya kaya, tetapi ia juga dikenal sangat murah hati. Kira-kira 2.505 perpustakaan menyandang namanya, belum lagi sekolah serta universitas, dan itu hanyalah sebagian kecil dari kedermawanannya. Dalam tahun-tahun terakhirnya, Carnegie pernah bertanya kepada para akuntannya, “Berapa banyak yang sudah kuberikan sejauh ini?” Para akuntan yang mengetahuinya sampai ke dolar terakhir menjawab, “Tiga ratus dua puluh empat milyar, enam ratus lima puluh tujuh juta, tiga ratus sembilan puluh sembilan dolar pak.” (sekitar 4,5 trilyun rupiah lebih, red.). Carnegie mengedip-ngedipkan mata dan menelan ludah ketika ia mendengar jumlah tersebut. Ia sadar kalau saja ia langsung sekaligus memberikan uang sebesar itu, pasti hatinya tidak akan mampu. Tetapi karena ia memberi dari sedikit demi sedikit, kemudian bertambah lagi menjadi lebih banyak dan lebih banyak lagi, hingga akhirnya mencapai angka yang fantastis seperti itu, maka ia tidak merasa berat dalam memberi.

Ya, memberi dalam jumlah kecil saat harta kita masih sedikit mungkin merupakan tantangan yang sulit, tetapi memberi dalam jumlah besar saat harta kita semakin banyak adalah tantangan tersendiri yang tidak kalah sulitnya. Selalu akan ada perasaan sayang, dan selalu akan ada intimidasi serta bujukan iblis untuk mencegah kita memberikan yang terbaik dari harta kita untuk pekerjaan Tuhan.

Itu sebabnya firman Tuhan mengingatkan kita supaya saat harta kita makin bertambah, janganlah hati kita melekat kepadanya. Sejak awal Tuhan sudah mengetahui bahwa kita manusia akan mengalami kesulitan serta tantangan yang besar untuk terus menabur lebih banyak pada saat berkelimpahan. Tidak banyak orang yang bisa. Hati kita akan diuji apakah kita lebih cinta Tuhan atau cinta uang. Ketika kita memberi atau menabur, fokus kita janganlah apa yang nanti bisa kita dapatkan, tetapi fokus kita haruslah apa yang bisa kia berikan yang bermanfaat. Kita harus tetap menabur bagaimanapun keadaan kita. Apakah saat kekurangan ataupun saat kelimpahan. Saat kita sudah berkelimpahan, teruslah menabur lebih banyak, maka Tuhan yang melihat hati kita yang mengutamakan-Nya akan mencurahkan berkat-Nya atas hidup kita sampai berkelimpahan. Tuhan Yesus memberkati. (ABU)

RENUNGAN
Menabur saat kita SEDANG BERKELIMPAHAN bisa menjadi TANTANGAN YANG LEBIH BESAR daripada saat berkekurangan.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah menabur dalam kekurangan?
2. Jika saat ini Anda dalam kelimpahan, apakah Anda terus menabur lebih banyak?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa terus menabur semakin banyak saat dalam kelimpahan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa dalam Nama Yesus, ajar kami untuk terus menabur lebih banyak saat dalam kelimpahan. Jadikan kami hamba-hambaMU yang setia atas setiap kepercayaan yang Engkau berikan dalam hidup kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.