Menaburkan Benih Anggur Kasih

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 126:1-6

RHEMA HARI INI
Mazmur 126:5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.

Masa menabur bukanlah masa yang menyenangkan. Mengapa? Karena pada masa menabur, petani harus banyak bayar harga. Mereka harus disiplin mengatur waktu yang tepat kapan menabur dan mereka juga harus memilih benih yang bagus yang nantinya akan menghasilkan buah yang bagus juga. Apakah sesudah menaburkan benih, petani akan berduduk diam, santai-santai di rumah. Tentu saja tidak, mereka tetap harus memantau benih yang sudah mereka taburkan, memberikan air, pupuk serta merawatnya. Hingga akhirnya akan tiba waktunya petani akan menuai benih yang telah ditaburkannya. Jika petani benar dalam memilih benih, merawat hingga tumbuh dan berbuah maka petani tersebut akan menuai hasil yang berlimpah.

Yang namanya anggur, tidak akan tumbuh sendiri di dinding. Kita harus mengusahakannya, kita harus menaburkan benih anggur itu, kita harus memeliharanya dengan baik, sampai akhirnya pohon anggur tersebut menghasilkan buah-buah anggur yang manis. Demikian juga anggur sukacita dan kebahagiaan dalam keluarga tidak bisa datang begitu saja! Itu adalah hasil dari benih anggur yang saudara taburkan! Apa yang kita tabur, itu yang kita tuai! Itu sebabnya jika kita tidak mau kehabisan anggur manis dalam pernikahan kita, maka kita perlu dari sekarang komitmen untuk menaburkan benih anggur yang manis terus menerus! Jangan tunggu habis baru menabur! Menaburlah sekarang dan anggurmu tidak akan habis-habis! Taburkan kasih, taburkan perhatian, taburkan kepercayaan, taburkan komunikasi, taburkan saling menghormati, taburkan saling melayani!

Detik dimana saudara menguranginya, maka itu akan jadi awal suplai anggur dalam pernikahanmu akan mulai terganggu. Itu sebabnya jangan dikurangi, sebaliknya ditambahkan, dilipatgandakan sehingga ada buah-buah anggur yang manis dalam keluarga kita. Oleh karena itu, taburkanlah benih kasih yang mengena di hati pasangan kita, bukan di hati kita. Sadarilah bahwa yang kita harapkan, belum tentu sama dengan yang dia harapkan. Itu sebabnya cari tahu apa yang dia mau dan kemudian taburkan benih kasih Anda itu kepada dia, maka lihatlah Tuhan akan memberkati benih yang Anda taburkan itu, sehingga muncul buah-buah anggur kasih yang manis, yang mendatangkan pemulihan dan membuat keluarga kita menjadi indah kembali. (LEW)

RENUNGAN
ANGGUR SUKACITA dan KEBAHAGIAAN dalam keluarga tidak bisa DITUAI begitu saja, kita perlu MENABURKAN BENIH ANGGUR KASIH.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah menaburkan benih anggur kasih dalam keluarga Anda? Jika sudah atau belum, mengapa?
2. Adakah penghalang bagi Anda dalam menabur benih anggur kasih dalam keluarga Anda? Sebutkan!
3. Bagaimana cara Anda menaburkan benih anggur kasih bagi keluarga Anda? Ceritakan!

DOA HARI INI
“Tuhan Yesus, kami berterimakasih untuk keluarga yang Kau beri bagi kami. Ajarkan kami menaburkan benih anggur kasih dalam keluarga kami, ya Tuhan. Sehingga kami bisa menuai anggur sukacita dan kebahagiaan bagi keluarga kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.