Menangkal Keputusasaan Bersama Tuhan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yeremia 29:10-14

RHEMA HARI INI
Yeremia 29:12-13a Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku;

Sejak kecil, Maya sudah terbiasa bekerja keras mencari nafkah. Kehilangan orangtua karena kecelakaan, ditambah lagi harus menghidupi tiga orang adiknya, menjadikan Maya sosok yang mandiri. Sebagai seorang nasrani, setiap minggu ia pergi ke gereja bersama adik-adiknya. Ya, hanya sekali dalam seminggu ia bisa hadir dalam ibadah. Bahkan, tawaran untuk melayani pun ia tolak dengan alasan tidak ada waktu karena harus bekerja. Singkat cerita, akhirnya kerja kerasnya menghantarkannya kepada kesuksesan. Ia berhasil mendirikan belasan perusahaan dan menyekolahkan ketiga adiknya di perguruan tinggi ternama. Hingga pada suatu ketika, Maya mengalami musibah kecelakaan yang mengakibatkan kakinya lumpuh total. Ditambah lagi salah seorang sahabatnya mengkhianatinya. Akibatnya, perusahaannya bangkrut.

Di tengah keputusasaannya, Maya berniat mengakhiri hidupnya. Beruntung, sebelum ia bertindak lebih jauh lagi, tiba-tiba ia dihubungi oleh salah seorang pelayan Tuhan dari gereja yang sering ia kunjungi. Lewat pelayan Tuhan itulah, akhirnya ia menyadari kesalahannya selama ini yang menjauh dari Tuhan dan terlalu mengandalkan kekuatan sendiri. Ia merasa sanggup menanggung beban seorang diri. Akhirnya ia memutuskan untuk mendekat kepada Tuhan dan perlahan-lahan ia pun dipulihkan.

Semua orang tanpa terkecuali pasti pernah mengalami keputusasaan dalam hidupnya. Bahkan mungkin saat ini ada di antara kita yang sedang putus asa. Biasanya, keputusasaan muncul karena kita sudah tidak sanggup lagi menanggung beban hidup yang semakin berat. Kabar baiknya, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ia mengatakan bahwa apabila kita berseru dan datang untuk berdoa kepada-Nya, maka Dia akan mendengarkan. Apabila kita mencari-Nya, Dia memberi diri untuk kita temukan. Jadi, tunggu apalagi? Segera mendekat dan andalkan Tuhan. Percayalah, bersama Tuhan kita pasti mampu mengatasi beban hidup seberat apa pun, sehingga kita bisa menangkal keputusasaan bahkan berkuasa atasnya.

RENUNGAN
JANGAN IZINKAN beban hidup membuat kita PUTUS ASA, sebaliknya, ambil keputusan untuk SEMAKIN MENDEKAT dan MENGANDALKAN TUHAN.

APLIKASI
1. Apakah saat ini Anda sedang mengalami keputusasaan?
2. Apa yang Anda lakukan untuk menghadapi keputusasaan itu, menghadapi sendiri atau mengandalkan Tuhan?
3. Apa komitmen Anda supaya keputusasaan tidak menguasai hidup Anda lagi?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih Engkau selalu ada bagi kami. Ampuni kami bila terkadang kami lebih sering mengandalkan kekuatan kami sendiri dalam menghadapi keputusasaan kami. Saat ini kami mau mendekat dan mengandalkan Engkau dalam mengangkat beban hidup kami sehingga kami bisa mengatasi keputusasaan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.