Mencintai Rakyat Dan Berhikmat

RHEMA HARI INI
2 Tawarikh 9:23 Semua raja di bumi berikhtiar menghadap Salomo untuk menyaksikan hikmat yang telah ditaruh Allah di dalam hatinya. 24 Mereka datang masing-masing membawa persembahannya, yakni barang-barang perak dan barang-barang emas, pakaian, senjata, rempah-rempah, kuda dan bagal, dan begitulah tahun demi tahun.

Martin Luther King, Jr. adalah seorang pendeta di Gereja Baptis Montgomery, Alabama yang berjuang melawan diskriminasi rasial. Pada tahun 1963, King memimpin demonstrasi pemboikotan bus di Birmingham. Pemboikotan itu dilakukannya tanpa menggunakan kekerasan. Upaya ini membuahkan hasil dengan kesuksesan yang cukup besar, meskipun dikemudian hari orang-orang kulit hitam muda menjauhinya karena mereka tidak dapat menerima anti-kekerasannya. Sebaliknya, King tidak pernah berhenti dalam meluaskan aksinya. Pidatonya dengan judul “I Have a Dream” pada parade berbarisnya ke Washington, DC (28 Agustus 1963) membuatnya semakin terkenal. Ia berteriak dengan keras, tanpa teks dan tanpa dibuat-buat. Sebagian ucapannya kira-kira begini bunyinya: “Saya punya mimpi bahwa suatu saat nanti di Alabama, bocah kulit hitam dan seorang gadis kulit hitam bisa berpegangan tangan dengan gadis dan lelaki kulit putih. Dan ketika semua hal itu terjadi, ketika kita membiarkan kebebasan itu terjadi, di setiap desa, di setiap kota, di setiap negara, maka kita akan melihat anak-anak Tuhan baik itu negro, kulit putih, Yahudi, Katolik ataupun Protestan berpegangan tangan sambil bernyanyi: Akhirnya, kita bebas! Terima kasih, Tuhan. Akhirnya, kita semua mendapatkan kebebasan.” Pidato ini merupakan pidato yang dianggap paling menyentuh dari biografi Martin Luther King. Bahkan, pidato ini masuk ke dalam sepuluh pidato terbaik yang pernah ada di dunia. Martin memang telah tiada. Tapi, semangatnya masih tetap hidup bersama orang-orang yang bermimpi, bahwa suatu saat seluruh umat manusia akan saling berpegangan tanpa merasa risih dan jijik. Ia dipuja dengan banyak gelar terhormat. Pada 1963, ia menerima Penghargaan Nobel Perdamaian.

Martin Luther King, Jr. adalah gambaran seseorang yang mencintai rakyat dan berjuang bagi kepentingan rakyatnya. Bagi bangsa kita Indonesia, kita harus memilih seorang pemimpin yang mencintai rakyat dan bukan hanya mau mengejar kekuasaan. Pemimpin yang tidak punya hati mencintai rakyat, maka tidak akan melayani kalau tidak punya kepentingan untuk terpilih; tidak akan menggunakan hartanya yang sudah ada selama ini hanya murni untuk melayani tanpa mendapatkan apapun; tidak akan menggunakan kekuasaannya yang dulu dengan maksimal untuk melayani. Tapi pemimpin yang hatinya cinta rakyat, akan tetap melayani apakah dia terpilih atau tidak terpilih, dengan jabatan rendah atau tinggi, bahkan tanpa menjabatpun, dengan apa yang ada dalam hidupnya, dia tetap melayani. Pilihlah pemimpin Indonesia yang mencintai rakyat!

RENUNGAN
Pemimpin yang MENCINTAI RAKYAT dan memiliki HIKMAT untuk mengatasai masalah akan membawa bangsa Indonesia menjadi negara yang BESAR, MAKMUR, dan DIBERKATI TUHAN.

APLIKASI
1. Menurut saudara, bagaimanakah kriteria seorang pemimpin yang mencintai rakyatnya ?

2. Menurut saudara, apakah yang akan terjadi jika bangsa Indonesia dipimpin oleh seorang pemimpin yang mencintai rakyat ?

DOA UNTUK HARI INI
Tuhan mampukan kami untuk memilih seorang pemimpin bagi bangsa kami Indonesia yang mencintai rakyat. Kami berdoa pemimpin yang terpilih nanti sungguh akan memperjuangkan kepentingan rakyat sehingga bisa membawa bangsa Indonesia mengalami kemakmuran dan damai sejahtera. Amin.