Mencintai Tuhan Di Level Segenap [SIANG]

BACAAN HARI INI

Yohanes 21:15-19

RHEMA HARI INI

Yohanes 21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Beberapa orang mungkin heran atau tidak begitu memahami ketika membaca ayat Rhema hari ini. Mengapa Yesus sampai bertanya 3 kali kepada Petrus apakah ia mengasihi Yesus? Dalam bahasa Indonesia memang hanya tertulis “mengasihi”, namun dalam bahasa aslinya, Yesus bertanya apakah Petrus “agape” Dia? Dan Petrus menjawab bahwa ia “phileo” Yesus. Baik agape maupun phileo, jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia memang sama-sama mempunyai arti mengasihi. Tapi agape adalah suatu bentuk kasih ilahi, yang mengasihi dengan segenap hati dan tanpa pamrih. Sedangkan phileo lebih mengacu pada kasih sayang sejati antar sahabat dekat.

Sedekat-dekatnya sahabat, masih ada titik tertentu sampai dimana kasih itu bisa diberikan. Ada saatnya sahabat terdekat kita pun tidak mampu atau tidak bersedia menolong kita. Tapi kasih agape, adalah kasih yang tidak memandang apapun atau siapapun, kasih yang walaupun tidak layak dan memelukan pengorbanan yang teramat sangat besar, tetap diberikan. Itulah kasih Tuhan kita Yesus Kristus yang rela mengorbankan nyawanya untuk kita. Kasih seperti itu juga ditunjukkan oleh ketiga pahlawan Daud, yang dengan rela tanpa dipaksa, mempertaruhkan nyawanya, untuk mendapatkan apa yang di inginkan Daud. Dengan berani mereka menerobos perkemahan musuh demi mendapatkan air dari perigi di Betlehem (2 Samuel 23:14-16).

Bukan nilai airnya yang begitu menyentuh hati Daud, tapi hati mereka yang begitu mengasihinya, sehingga mereka “terbakar” ketika mendengar kerinduan hati Daud. Tanpa keraguan sedikitpun dan tanpa menghiraukan resiko besar yang harus mereka hadapi, ketiga pahlawan itu pergi untuk memenuhi keinginan Daud. Terbukti mereka mengasihi Daud dengan segenap hati mereka. Bagaimana dengan kita? Apakah kita mempunyai hati yang terbakar ketika mendengar tentang mandat Apostolik? Hanya jika kita mencintai Tuhan di level SEGENAP, kita akan bisa menangkap kerinduan hati Tuhan akan jiwa-jiwa. Dan jika kita seperti ketiga pahlawan Daud yang segera pergi untuk manjawab kerinduan hati Tuhan, maka kita pun akan mendapat tempat yang SANGAT SPESIAL di hati Tuhan.

RENUNGAN

MANDAT APOSTOLIK hanya bisa ditangkap apabila kita MENCINTAI TUHAN di LEVEL SEGENAP.

APLIKASI

1. Bagaimana perasaan hati Anda ketika mendengar tentang mandat apostolik?
2. Apa yang masih menghambat Anda untuk mencintai Tuhan dengan segenap hati Anda?
3. Apakah dengan menyadari besarnya kasih dan pengorbanan Tuhan pada Anda, bisa membuat Anda mencintai Tuhan di level segenap?

DOA UNTUK HARI INI

Bapa, ampuni kami jika kami kurang menyadari kasih dan pengorbanan-Mu yang teramat besar bagi kami. Sehingga kami seringkali masih berhitung-hitungan dengan-Mu. Bentuklah hati kami Bapa, dari hari ke hari agar kami dapat mengasihi-Mu dengan segenap hati, jiwa dan roh kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!