Mendedikasikan Hidup Untuk Selamatkan Jiwa

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yohanes 6:25-59

RHEMA HARI INI
Yohanes 6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

Salah satu penginjil terbesar Tiongkok, John Sung yang juga dijuluki “Wesley dari Tiongkok” memiliki peranan sangat penting dalam gerakan kebangunan rohani pada tahun 1920-1930, tidak hanya di Tiongkok, tanah kelahirannya, tetapi juga di Taiwan bahkan Asia Tenggara. Kotbah-kotbahnya yang berapi-api telah membawa puluhan ribu orang datang kepada Kristus. Di usia 9 tahun, John Sung sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadi. Ia mulai mencintai Alkitab, doa dan pemberitaan firman. Terkadang ia juga menemani ayahnya berkeliling melayani desa-desa. Bahkan dia juga menggantikan ayahnya berkotbah jika ayahnya berhalangan, sehingga dia dijuluki sebagai ‘Pendeta Cilik’.

Pada usia 18 tahun, Sung berlayar ke Amerika karena mendapatkan beasiswa. Ia belajar ilmu Kimia di Wesleyan University di Ohio. Ia berhasil lulus dengan nilai tertinggi dan sesudah itu Sung melanjutkan pendidikannya hingga program doktor. Gelar Ph.D diperolehnya dalam waktu yang sangat singkat, John Sung melanjutkan belajar ke Sekolah Misionaris. Akhirnya pada tahun 1926 john Sung kembali ke Tiongkok dan di atas kapal dia membuang semua ijazah dan penghargaan-penghargaan yang diperolehnya, hanya ijazah doktor yang dibawa untuk ditunjukkan kepada ayahnya. Ia juga berkata pada ayahnya bahwa dia sekarang telah mengabdikan hidupnya untuk mengabarkan Injil. Sung mulai berkeliling di Tiongkok, berkotbah di gereja-gereja kecil di pedesaan. Banyak jiwa diselamatkan dalam pelayanan John Sung. Pada tahun 1935 John Sung mulai berkeliling ke Asia Tenggara, Indonesia pun beberapa kali dikunjunginya. Pelayanan yang dilakukannya itu sudah membawa kebangunan rohani di Asia. Menurut perkiraan, sekitar 100.000 orang Tionghoa mengenal Tuhan melalui pelayanan John Sung dan ribuan orang Kristen diperbarui imannya kepada Kristus. Oleh karena Dr. John Sung mendedikasikan hidupnya untuk mengabarkan Injil, menyelamatkan jiwa-jiwa, tidak salah jika ia dijuluki sebagai “Obor Tuhan dari Asia”.

Dalam tahun mujizat besar ini, kitapun hendaknya mendedikasikan hidup kita untuk Tuhan dengan menyelamatkkan jiwa-jiwa. Dimanapun Tuhan menempatkan kita, pakailah kesempatan itu untuk menyaksikan kebaikan Tuhan. Tidak harus dengan perkataan, tetapi dengan perbuatan. Kita bisa memberikan teladan bagi orang-orang yang belum mengenal Tuhan dan selalu doakan mereka. Saat kita mendedikasikan hidup kita untuk menyelamatkan jiwa, Tuhan akan sangat disenangkan. Dia pun akan mengerjakan bagiannya untuk melakukan mujizat keselamatan jiwa-jiwa. Percayalah akan banyak jiwa-jiwa diselamatkan, berduyun-duyun datang dan beribadah ke rumah Tuhan. (LEW)

RENUNGAN
Tuhan DISENANGKAN jika kita MENDEDIKASIKAN HIDUP untuk SELAMATKAN JIWA.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah mendedikasikan hidup Anda untuk menyelamatkan jiwa? Jika sudah atau belum, mengapa?
2. Apa penghalang Anda bisa mendedikasikan hidup Anda untuk Tuhan?
3. Sebutkan komitmen Anda agar Tuhan disenangkan melalui hidup Anda!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, saat ini kami ingat masih banyak saudara, teman bahkan keluarga kami yang belum percaya kepada-Mu. Kami mau mendedikasikan hidup kami untuk menyelamatkan jiwa mereka, ya Tuhan. Kiranya Engkau semakin disenangkan dengan keselamatan jiwa-jiwa. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.