Mendedikasikan Hidup

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yohanes 12:20-36

RHEMA HARI INI
Yohanes 12:26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Sebuah jam kecil merasa tak puas karena ia hanya dimiliki oleh seorang wanita, meskipun sebenarnya wanita tersebut adalah seorang wanita yang berpengaruh besar, yang sangat menggantungkan keefektifan waktunya dari jam kecil yang dipakainya. Jam kecil itu iri hati pada posisi Big Ben, jam besar yang berada di menara gedung parlement London. Suatu hari ketika jam kecil dan wanita itu melewati jembatan Westminster, jam itu berkata “Aku ingin berada di tempan Big Ben itu, sehingga aku dapat melayani sangat banyak orang dan tidak hanya Anda seorang saja.” “Baiklah,” kata wanita tadi. Kemudia jam kecil itu ditarik dengan seutas tali dan ditempatkan di sisi menara gedung Parlement, bersebelahan dengan Big Ben. Tetapi ketika sampai di puncak, jam itu hilang dari pandangan karena terlalu kecilnya, hingga akhirnya jam kecil tersebut justru kehilangan fungsinya sama sekali dan tidak berguna bagi siapapun.

Rhema firman Tuhan yang kita baca hari ini dengan jelas menyatakan bahwa barangsiapa melayani Yesus, maka ia harus mengikut Yesus dan dimanapun Yesus berada disitu ia juga harus berada. Artinya, hanya ketika kita mendedikasikan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan, maka saat itulah kita bisa menjadi anak Tuhan yang berguna bagi Kerajaan Allah. Jangan sampai hidup kita menjadi seperti jam kecil yang tidak mau mendedikasikan hidupnya kepada tuannya demi untuk mengejar ambisinya sendiri sehingga akhirnya keberadaannya menjadi tidak berguna.

Jangan hidup setengah-setengah, sebab Tuhan juga tidak menebus kita dengan setengah-setengah. Ia telah menghabiskan segalanya demi untuk menyelamatkan kita. Sesungguhnya, hidup kita seluruhnya sudah Ia bayar secara lunas, dan hidup kita bukan lagi milik kita sendiri melainkan milik-Nya. Ini waktunya kita mendedikasikan hidup kita sepenuhnya untuk melakukan tujuan Tuhan, menyelesaikan pekerjaan-Nya, mengerjakan apa yang menjadi detak jantung-Nya, yaitu keselamatan jiwa-jiwa. Ketika kita melakukannya, maka anugerah dan penyertaan-Nya akan nyata atas hidup kita.

RENUNGAN
Dedikasikan hidup untuk MELAYANI TUHAN, supaya kita menjadi BERGUNA BAGI KERAJAAN TUHAN.

APLIKASI
1. Mengapa kita harus mendedikasikan hidup untuk melayani Tuhan?
2. Apa yang bisa Anda lakukan supaya bisa menjadi anak Tuhan yang berguna bagi Kerajaan Allah?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil untuk menyelamatkan jiwa dan berbuah banyak bagi Kerajaan Allah?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami serahkan hidup kami sepenuhnya ke dalam tangan-MU. Kami tahu hidup kami bukanlah milik kami lagi melainkan milik-MU sepenuhnya. Pakailah hidup kami untuk mengerjakan serta menyelesaikan rencana besar-MU bagi dunia ini. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.