Mendekatlah Kepada Tuhan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Lukas 15:11-32

RHEMA HARI INI
Lukas 15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

“Iaan … jangan main kotor-kotoran ya, baju barumu warna putih,” teriakan ibu terdengar dari dapur ketika Ian berpamitan. “Iya … iya … Bu,” sahut Ian sambil berlari. Begitu keluar halaman, Ian segera menuju lapangan untuk bermain bola bersama teman-temannya. Saat asyik bermain, Ian tersandung dan jatuh di atas genangan air. Separuh baju dan celananya kotor berlepotan lumpur. Hati Ian langsung kecut membayangkan wajah marah ibunya. Tak berapa lama, hujan turun dengan lebatnya. Teman-teman Ian pun berlarian pulang ke rumah masing-masing, tetapi ia sengaja berhujan-hujanan di tengah lapangan. Ia berharap bajunya bisa bersih oleh siraman air. Namun noda lumpurnya malah meluas. Ian semakin takut pulang. Sendirian ia menangis di lapangan, kedinginan dan kesepian.

Sementara itu ibu Ian cemas menunggu-nunggu kepulangan anaknya Hujan begitu lebat dan hari semakin gelap. Hampir saja ibu Ian pergi mencari anaknya ketika dilihatnya Ian berjalan di tengah hujan. Sambil berlari membawa payung, ia menjemput Ian. “Maaf, Ibu, baju Ian kotor sekali. Ian jatuh tadi,” isak Ian. Ibu merangkul dan mengajaknya pulang. Begitu tiba di rumah, Ibu langsung membuka pakaian Ian dan menyediakan air panas untuk mandi. Sup ayam dan teh hangat disiapkan pula di meja.

Saat kita jauh dari Tuhan, perasaan kesepian dan sendirian akan merasuki hati kita. Mungkin kita takut untuk mendekat karena merasa telah melakukan kesalahan, tetapi sadarilah, Tuhan begitu mengasihi kita. Seperti perumpamaan anak bungsu yang terhilang, sebesar apa pun kesalahan anak, Bapa akan selalu mengasihi anak-Nya. Bapa sangat rindu untuk dekat dan mencurahkan kasih-Nya pada kita. Dia ingin menolong kita, membela, dan menyertai kita. Dia selalu membuka tangan-Nya lebar-lebar dan menyambut kita dengan sukacita. Jadi, jangan ragu untuk mendekat pada Tuhan. Buka hati dan rasakan serbuan kasih Allah yang menghangatkan, menyembuhkan, menguatkan, menyegarkan, dan membangkitkan kita. Kesepian akan sirna dari hati kita dan kita bisa menerima mujizat kesembuhan batin dari-Nya. (PF)

RENUNGAN
Sementara kita MENDEKAT kepada Tuhan, sadarilah bahwa Tuhan juga BERLARI MENDEKAT kepada kita.

APLIKASI
1. Hal atau situasi apa yang membuat Anda merasa jauh dari Tuhan?
2. Mengapa Anda perlu mendekat kepada Tuhan saat Anda merasa jauh dari-Nya?
3. Bagaimana Anda dapat mendekat kepada Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami sungguh bersyukur mempunyai Bapa yang teramat baik seperti Engkau. Maafkan bila kami sering kali tidak menyadari, merasa kesepian, dan seorang diri menanggung semua beban persoalan. Sekarang kami tahu, Engkau selalu bersama kami, Kau melihat, mengerti semua yang terjadi, dan mau menolong kami. Kami tidak pernah sendiri. Terima kasih, Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.