Mendengar Dengan Telinga Roh

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kisah Para Rasul 22:1-22

RHEMA HARI INI
Kisah Para Rasul 22:7 Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?.
Malam itu sama seperti hari-hari lainnya, Bu Ester selalu bersaat teduh sebelum tidur. Namun setelah selesai berdoa dan hendak bersiap tidur, tiba-tiba ia mendengar ada suara dalam hatinya berkata: “Kembali berdoa! Bawa Yuan dan suaminya dalam doa!” Awalnya ia berpikir, “Loh Tuhan, tadi aku sudah mendoakan anak-anak dan semua menantuku satu per satu.” Tetapi kembali sekali lagi ada suara yang lebih jelas berkata, “Doakan anak menantumu itu!” Sehingga akhirnya Bu Ester pun memutuskan untuk taat. Ia kembali berdoa untuk keluarganya. Baru saja ia berbahasa roh, ia merasakan seperti dibawa masuk sungguh ke alam roh.

Setelah selesai berdoa dan hendak pergi tidur, ia mendengar ada suara telepon berdering. “Wah siapa ini malam-malam begini telepon”, pikirnya. Dan betapa mengejutkannya ketika ia mengangkat telepon tersebut, ia mendengar suara Yuan, anaknya, yang baru saja Tuhan suruh ia doakan. Dengan suara masih bergetar, Yuan bercerita bahwa baru saja ia dan suaminya mengalami kecelakaan. Mobil yang sedang mereka kendarai ditabrak sebuah bus yang remnya blong hingga mobil tersebut berputar-putar sangat kencang sampai mobil itu penyok ringsek ke dalam serta beberapa kaca mobil pecah. Namun tidak ada satu gores luka pun pada tubuh Yuan dan suaminya. Ya, tangan Tuhanlah yang telah melindungi mereka dari kecelakaan maut itu.

Manusia adalah pribadi yang sangat amat terbatas. Kita harus menyadari bahwa kita sangat memerlukan tuntunan Roh Kudus dalam keseharian kita. Oleh karena itu kita perlu tertib masuk dalam hadirat-Nya supaya manusia roh kita diaktifkan dan panca indera roh kita juga dapat berfungsi dengan baik, sehingga kita pun dapat mendengar suara Tuhan dengan jelas. Karena Ia adalah Tritunggal yang tak terbatas, hanya Ia yang dapat menyingkapkan kepada kita hal-hal yang terselubung, dan memberitahu kita akan hal-hal yang akan datang (Yoh 16:13).

RENUNGAN
Jika kita ingin MENDENGAR SUARA TUHAN, belajarlah mendengar dengan TELINGA ROH kita

APLIKASI
1. Sudahkah Anda menggunakan telinga roh Anda?
2. Mengapa kita perlu belajar untuk mendengarkan suara Tuhan?
3. Menurut Anda, bagaimana caranya agar kita dapat mendengar suara Tuhan dengan telinga roh kita?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami mau lebih sering lagi belajar taat dan disiplin untuk berdoa dan mencari hadirat-Mu. Karena kami tahu kami perlu melatih roh kami agar panca indera roh kami boleh semakin peka, dan telinga roh kami dapat dengan jelas mendengar suara-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.