Menemukan Kekuatan Roh Kudus Di Dalam

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Habakuk 3:1-6

RHEMA HARI INI
Habakuk 3:4 Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya.

Seperti yang terjadi dalam proses pembuatan sumur bor, semakin dalam kita mengebor tanah maka semakin jernih dan berlimpah air yang akan kita dapatkan. Demikian pula Habakuk 3 ayat 4 mengajar kita bahwa kekuatan dan kuasaNya tidak ada di luar atau di permukaan. Kekuatan dan kuasaNya hanya bisa kita temukan kalau kita masuk lebih dalam. Hanya saat kita belajar untuk masuk lebih dalam, menggali lebih dalam, tenggelam lebih dalam, akhirnya di satu titik kita akan menemukan kuasa Allah itu.

Tidak kebetulan Tuhan Yesus perlu waktu doa puasa 40 hari. Tidak tanpa alasan Yesus sering berdoa semalam-malaman. Tidak tanpa tujuan Musa dan Elia naik di atas gunung selama 40 hari. Mereka di sana duduk di bawah lindungan Yang Mahatinggi! Mereka di sana bukan cuma untuk mampir, tetapi mereka bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa. Saya yakin merekapun butuh waktu untuk masuk ke secret place of the most high. Awalnya mereka di hari pertama mungkin masih di pelataran. Ibaratnya mereka baru masuk hadirat Tuhan sebatas mata kaki saja. Tetapi mereka masuk lebih dalam, berjalan lebih dalam, mereka tenggelam lebih dalam. Hari demi hari mereka dibawa dalam level keintimanan yang lebih. Sampai di satu titik mereka temukan secret place itu. Di tempat yang secret yang tidak ditemukan banyak orang itulah, Musa, Elia, Yesus menemukan kuasa Roh Kudus yang dahsyat. Sebab di situlah letak kekuatan Allah yang terselubung yang gagal ditemukan oleh orang yang lain. Tidak heran mereka keluar dan kembali “turun gunung” sebagai orang yang penuh kuasa.

Stop jadi orang Kristen pelataran saja. Di pelataran mungkin kita sudah bisa merasakan damai dan sukacita. Tetapi kuasa terbesar hanya ada saat kita masuk di ruang Maha Kudusnya Allah. Artinya jika kita sekedar menjadi orang Kristen permukaan, yaitu orang Kristen yang asal-asalan, yang sekedar ibadah, yang cuma doa ala kadarnya, yang tidak pernah sungguh-sungguh merenungkan firman dan masuk dalam kehidupan doa, maka kita sampai kapanpun tidak akan bisa menemukan kekuatan Allah yang terselubung. Mari gunakan lebih banyak waktu untuk kita membangun hubungan dengan Tuhan. Liburan jangan membuat hubungan dengan keluarga dekat, tapi memperenggang hubungan dengan Tuhan. Dalam liburan pertama bangun hubungan dengan Tuhan, lalu juga pakai momen itu untuk bangun hubungan dengan keluarga. Mari berdoa dalam liburan ini pun, kita berjalan dengan Roh Kudus dan kuasaNya.

RENUNGAN
KEKUATAN dan KUASA ROH KUDUS hanya bisa kita TEMUKAN kalau kita MENGGALI dan MASUK LEBIH DALAM ke ruang Maha Kudusnya Allah.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda menyadari kuasa Allah hanya diberikan bagi orang yang mau duduk di hadapan Allah dan menanti-nantikanNya?
2. Sudahkah Anda menjadikan Firman sebagai menu utama Anda setiap hariNya?
3. Sudahkah Anda mentaati setiap tuntunan Roh Kudus yang diberikan?

DOA HARI INI
“Bapa kami berdoa agar pengurapan Roh Kudus turun lebih lagi atas kami agar kami dapat memiliki kerinduan dan roh yang menyala-nyala untuk trus menggali FirmanMu setiap harinya. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.