Menerima Kembali Visi Dari Tuhan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Efesus 1:15-23

RHEMA HARI INI
Efesus 1:18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,

“Mama aku lapar!” jerit Kevin spontan, saat melihat mamanya pulang. Sebenarnya Kevin jarang mengeluh karena lapar ataupun haus, karena ibunya selalu menyediakan sarapan, makan siang, dan makan malam tepat waktu. Namun hari itu, karena mobil yang rusak di jalan, semua urusan menjadi kacau, sehingga sang ibu akhirnya terlambat menyediakan makan malam tepat waktu.

Ketika urusan kampung tengah alias perut terpenuhi, seorang anak bisa dipastikan tidak akan rewel dan berteriak minta makan. Hanya ketika rasa lapar melanda, anak tersebut akan mulai menggeliat, berjuang, mencari atau berteriak minta makan kepada orangtuanya. Demikian juga dengan manusia roh kita. Untuk memulihkan hubungan dengan umat-Nya, supaya manusia mulai mencari Tuhan, berseru kepada Tuhan, seperti Kevin kepada mamanya, Tuhan mengijinkan goncangan demi goncangan terjadi dalam hidup anak-anak-Nya. Perlu ditegaskan, Tuhan mengijinkan goncangan terjadi bukan karena Tuhan jahat, tetapi justru karena Ia terlalu sayang dengan anak-anakNya. Ia rindu supaya kita bisa kembali dan menyadari bahwa Ia menciptakan kita dengan sebuah tujuan, rencana, visi atau panggilan yang begitu mulia. Untuk itu Tuhan mulai menggoncang zona nyaman kita, supaya melalui goncangan tersebut, timbul rasa haus dan lapar akan Tuhan, dan berteriak kepada Tuhan untuk adanya suatu lawatan.

Poin terpenting yang Tuhan harapkan kita lakukan saat berada di titik penentuan, saat kekeringan, kehausan atau kelaparan melanda adalah ingat Tuhan, dan berseru kepada Tuhan dengan segenap hati, sehingga kita dapat menerima kembali visi dari Tuhan dengan jelas. Kita jadi mengerti rencana, kehendak, dan panggilan Tuhan dalam hidup kita (Efesus 1:18). Kita akan dibuat Tuhan mengerti bahwa segala pekerjaan dan penghasilan kita adalah untuk memuliakan Tuhan. Kita akan tahu bahwa pernikahan kita adalah untuk menggenapi rencana Tuhan. Bahwa pelayanan kita bukanlah untuk popularitas tapi untuk menggenapi rencana Tuhan. Dan great revival adalah rencana Tuhan yang sedang digenapi saat ini.

RENUNGAN
Dengan menerima kembali VISI DENGAN JELAS, kita jadi mengerti RENCANA, KEHENDAK, dan PANGGILAN TUHAN dalam hidup kita

APLIKASI
1. Apakah Anda pernah mengalami kehilangan visi? Apa yang Anda rasakan?
2. Sudahkah Anda sungguh-sungguh berseru pada Tuhan? Perubahan apa yang Anda rasakan?
3. Jika Anda sudah menerima kembali visi dari Tuhan, siapkah Anda untuk mengambil komitmen? Mengapa?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terimakasih atas kasih-Mu yang ajaib bagi kami. Terimakasih untuk kekeringan, rasa haus dan lapar yang Engkau ijinkan terjadi dalam hidup kami. Ingatkan kami untuk merespon dengan benar, untuk terus betseru dan berharap kepada Tuhan dengan segenap hati, sehingga kami boleh menerima kembali visi dari-Mu dengan jelas. Jadikan kami mengerti rencana, kehendak dan panggilan Tuhan dalam hidup kami sehingga great revival nyata atas hidup kami. Di dalam Nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.