Mengakses Kuasa Kesembuhan Ilahi

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Matius 9:18-22

RHEMA HARI INI
Matius 9:22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

Dengan panik, Putri mengeluarkan semua isi ranselnya. Meskipun orang-orang menatapinya, ia tidak peduli. Ia terus merogoh kantong-kantong tasnya berulang kali sambil berbicara sendiri. Kepanikannya berangsur reda saat seseorang menyerahkan sebuah dompet kecil kepadanya. “Dompetmu ketinggalan di atas meja makan, itulah akibatnya kalau terburu-buru,” omel kakaknya. Meskipun diomeli, Putri tetap bersyukur. Kalau dompet itu hilang, ia tidak bisa berangkat ke Korea untuk mengikuti pertukaran pelajar yang merupakan syarat kelulusannya. Sebab, dompet itu berisi paspor. Meskipun ukurannya kecil, tetapi paspor merupakan akses masuk ke Negeri Ginseng itu, sehingga ia bisa meraih cita-cita.

Setiap orang pasti memiliki cita-cita atau keinginan dan harapan. Mungkin itu keinginan untuk mendapatkan pekerjaan yang baik, memiliki rumah, atau sembuh dari sakit-penyakitnya. Saat ini pun, banyak orang yang membutuhkan kesembuhan ilahi. Entah karena faktor apa, hari-hari ini kita sering mendengar orang-orang mengidap penyakit kronis atau mungkin kita salah satunya. Sebagai orang percaya, Tuhan sudah menyediakan kesembuhan ilahi. Namun untuk itu kita perlu mengakses dimensi supranatural. Sama seperti Putri yang membutuhkan paspor sebagai akses masuk ke negara Korea, maka untuk masuk ke dimensi supranatural, imanlah yang menjadi kunci aksesnya.

Perempuan yang sakit pendarahan selama 12 tahun tahu betul tentang akses ini. Saat ia mau mengambil kesembuhan ilahi dari dimensi supranatural, ia tidak meminta Yesus untuk tumpang tangan. Ia cukup percaya saja, bahwa dengan menjamah jubah-Nya, ia pasti sembuh. Imannya ini membuat Yesus memberi izin kepadanya untuk mengambil apa yang ia butuhkan, sehingga ia benar-benar sembuh. Bila saat ini kita atau orang-orang yang kita kasihi sedang membutuhkan kesembuhan ilahi, kabarkanlah kabar baik bahwa iman adalah rahasia kesembuhan ilahi. Tidak ada teknik khusus untuk beriman. Cukup percaya saja bahwa Yesus sanggup menyembuhkan, maka otomatis kita mendapatkan akses untuk mujizat kesembuhan besar.

RENUNGAN
Diperlukan IMAN untuk MENGAKSES kuasa KESEMBUHAN ILAHI.

APLIKASI
1. Apakah saat ini Anda sedang menantikan kesembuhan ilahi? Apa yang Anda lakukan selama masa penantian Anda?
2. Mengapa Anda memerlukan iman untuk mengakses kesembuhan ilahi?
3. Apa komitmen Anda setelah mengetahui bahwa iman adalah akses untuk menerima kuasa kesembuhan ilahi?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih untuk kuasa kesembuhan ilahi yang sudah Engkau sediakan bagi kami. Mampukan kami untuk terus memperbesar iman kami kepada-Mu, supaya kami bisa mengakses kuasa itu dan mengalami kesembuhan ilahi. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.