Mengaktifkan Manusia Roh

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yohanes 10:14-30

RHEMA HARI INI
Yohanes 10:26-27 tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,

Pendengaran sangatlah penting bagi makhluk hidup bertulang belakang. Terlebih lagi bagi mamalia laut. Di dalam air, cahaya merambat dengan sangat terbatas, sedangkan suara bisa menjelajah dengan cepat dan jauh. Karena itu, dalam lingkungan yang gelap, spesies paus dan lumba-lumba mengandalkan sonar—gelombang suara dalam frekuensi tinggi—yang mereka keluarkan. Dari pantulan sonar itulah, mereka menganalisa objek di sekeliling mereka, mendeteksi makanan atau bahaya predator dengan cepat. Dengan suara jugalah, paus dan lumba-lumba bisa berkomunikasi dengan sesamanya yang jaraknya sejauh 160 km.

Masalahnya, selama ratusan tahun, terlebih lagi beberapa dekade terakhir, kapal-kapal besar yang berlalu-lalang dengan kecepatan tinggi, pertambangan minyak, dan ironisnya, teknologi sonar yang manusia tiru dari hewan-hewan laut demi keamanan menjelajahi lautan, telah menginterupsi ketenangan dunia suara di bawah laut. Paparan suara yang besar di telinga mereka ini bukan saja mengganggu para mamalia laut untuk menangkap suara yang mereka butuhkan, tetapi telah mengganggu bahkan merusak pendengaran mereka. Akhirnya, mereka tidak bisa menemukan makanan, mengenali predator, rentan terpisah dari kawanan mereka, lalu tersesat dan terdampar.

Mungkin kita tidak menyadarinya, pendengaran pun sangatlah vital bagi manusia roh. Tanpa pendengaran yang baik, kita tidak dapat menangkap suara Tuhan dan mendapatkan petunjuk-petunjuk- Nya. Terlebih lagi mentaatinya. Itu sebabnya, penting bagi kita untuk menyingkirkan “suara-suara duniawi” di sekitar kita. Hal itu berarti mematikan kedagingan kita; mengurangi tontonan dan bacaan dunia, berselancar di internet atau media sosial untuk berita terkini, serta aktivitas-aktivitas yang menghalangi kita untuk segera datang kepada Tuhan. Jangan sampai suara-suara dunia yang begitu memekakkan hati kita, menulikan telinga roh kita. Ya, bersihkanlah “suara-suara” yang tidak perlu, maka pendengaran rohani kita pun bisa lebih peka, dan dengan ketaatan yang kita lakukan, urapan berkuasa itu akan Tuhan percayakan dalam hidup kita. (MV.L)

RENUNGAN
AKTIFKAN MANUSIA ROH yang ada dalam hati kita, maka kita akan mendengarkan SUARA ROH KUDUS dan mendapatkan PETUNJUK-NYA.

APLIKASI
1. Apa sajakah hal-hal yang selama ini mengahalangi Anda untuk mendengarkan suara Roh Kudus?
2. Mengapa penting bagi Anda untuk mengaktivkan manusia roh Anda?
3. Bagaimana Anda dapat mengaktivkan manusia roh Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, ampuni kami bila selama ini kami terlalu menyibukkan diri dengan keinginan-keinginan dunia kami, sehingga tanpa sadar, semua itu menulikan telinga rohani kami. Ajari kami untuk memilah mana yang baik, yang berguna untuk pertumbuhan rohani kami, sehingga kami tidak melewatkan satu pun petunjuk dari-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.