Mengalahkan Kenyamanan Untuk Mengembangkan Talenta

RHEMA HARI INI
2 Raja-Raja 2:2  “Berkatalah Elia kepada Elisa: “Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Betel.” Tetapi Elisa menjawab: “Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu pergilah mereka ke Betel.”
Setelah lima tahun menjabat manajer penjualan, Bob bangga jika mengatakan bahwa ia telah mencapai setiap target per kuartal yang ditetapkan perusahaan. Wilayahnya bertumbuh menjadi seluruh negara bagian tempat ia tinggal. Ia mendapatkan reputasi yang luar biasa diantara rekan-rekan dan pesaing-pesaingnya. Lalu yang membuat Bob gamang adalah tawaran untuk memimpin kantor di negara bagian yang lain, manajer penjualan yang lama tidak bekerja keras dan wilayah itu tidak bisa berkembang dengan baik. Bob mempunyai pilihan untuk menolak dan tetap mengelola wilayahnya sendiri, tetapi Bob adalah pribadi yang menghargai kerja keras, jadi ia menyanggupi dan berangkat ke negara bagian yang lain itu. Bob meninggalkan kemapanannya dan menerima tantangan yang baru. Bob banyak bekerja lembur selama beberapa bulan berikutnya, namun di akhir kuartal ketiga penjualannya telah melampaui wilayah yang dulu, ia telah merubah kesulitan menjadi kemenangan, meraih hasil dari pengorbanannya meninggalkan kenyamanan di tempat yang lama. Ia juga berhasil mendidik rekan-rekan kerjanya yang pada akhirnya membantunya mempertahankan kesuksesannya. Perusahaan memberi penghargaan kepada Bob dengan mengangkatnya sebagai wakil presiden regional atas kedua negara bagian tersebut, suatu posisi yang mustahil didapatkannya kalau ia tetap bertahan di wilayahnya yang lama.

Elisa dihadapkan dengan pilihan, berhenti pada level kenyamanan, atau terus maju dengan konsekuensi harus menghadapi kesulitan, persoalan dan tantangan yang baru. Elisa sudah memilih yang terbaik, ia lebih mementingkan visi Tuhan daripada harta kekayaan, tetap fokus bergerak maju daripada menikmati kenyamanan, tidak puas dengan menjadi cukup baik, tetapi terus mengejar rencana Tuhan yang besar.
Bagaimana dengan kita? Akankah kita berhenti pada level baik, nyaman dan puas saja? Atau kita terus maju mengembangkan talenta yang Tuhan sudah percayakan, kita harus meneladani Elisa, yang terus memperjuangkan talentanya, memperbesar kapasitasnya, dan Tuhan akan percayakan perkara yang jauh lebih besar, jauh lebih hebat terjadi dalam kehidupan kita, Amin, Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN
Jangan sampai KENYAMANAN membuat kita MAPAN sehingga kita tidak mengembangkan talenta yang Tuhan percayakan.

APLIKASI
1. Pernahkan Anda merasa bahwa talenta tidak perlu dikembangkan, uji diri ?

2. Komitmen apa yang Anda lakukan untuk merubahnya ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa kami mau berjuang mengalahkan setiap kenyamanan kami agar kami benar-benar mampu mengembangkan setiap talenta kami. Amin