Mengalami Kasih Allah Yang Ajaib

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 34:15-20

RHEMA HARI INI
Mazmur 34:19 TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Tommy kecil kesulitan bergaul di sekolahnya di kota yang baru. Ia pun selalu menghabiskan jam istirahat seorang diri. Ketika duduk sendirian, ia sering mendengarkan yang lainnya membicarakan tentang Kakek Putih. Konon, ia disebut demikian bukan hanya karena berambut putih atau selalu berpakaian putih, tetapi hatinya seputih salju. Suatu kali sepulang sekolah, ia melihat seorang kakek menyelamatkan anak kucing yang terjatuh ke kolam. Ketika itulah Tommy mengenali si Kakek Putih. Di kesempatan lain, ia melihat kakek itu membantu seorang nenek menyeberangi jalan, menenangkan gadis kecil yang sedang menangis, dan melerai pertengkaran di tengah jalan. Rasanya, di mana pun ia berada, ada aroma kebaikan yang tertebar.

Beberapa waktu kemudian, Tommy sedang bermain sepeda. Saat sedang asyik mengayuh sepedanya, tiba-tiba… Braak!! Tommy menabrak sesuatu dan terjatuh. Rasanya sakit sekali. Lalu ia mendengar suara erangan dan menyadari bahwa ia telah menabrak seseorang. Orang itu ternyata Kakek Putih! Tommy begitu ketakutan, sampai-sampai tidak bisa mengeluarkan suara untuk meminta maaf. Air matanya pun tumpah. Tak disangka, sepasang lengan memeluknya dan membelai kepalanya. Kemudian ia melihat wajah Kakek Putih yang tersenyum lebar padanya. Seketika itu juga, perasaan hangat menyerbu masuk hatinya. Ia pun memahami apa yang orang-orang katakan tentang sang kakek.

“Aku mendengar lalu melupakannya; aku melihat dan mengingatnya; aku melakukan maka aku memahaminya.” Begitulah bunyi kata-kata bijak dari Tiongkok. Seperti kisah di atas, terkadang kita sering mendengar tentang betapa besarnya kasih Tuhan. Kita pun sering melihat kebaikan-Nya dinyatakan dalam kehidupan orang lain. Namun, kita tidak akan pernah benar-benar bisa memahaminya sebelum mengalaminya sendiri. Itu sebabnya, mendekatlah kepada Tuhan. Bukalah hati kita, maka kasih-Nya akan menyerbu masuk dalam hati kita. Aliran kasih-Nya akan mengusir segala kesepian yang kita rasakan, menyembuhkan luka-luka kita, sehingga mujizat kesembuhan batin bisa kita alami. (MV.L)

RENUNGAN
TIDAK CUKUP hanya dengan mengetahui bahwa Allah mengasihi kita, segeralah MEMBUKA HATI dan ALAMI KASIH ALLAH yang ajaib.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda mengalami sendiri kasih Allah di hidup Anda?
2. Mengapa Anda perlu membuka hati Anda kepada Tuhan?
3. Bagaimana Anda dapat mulai membuka hati Anda kepada Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih atas kasih-Mu yang begitu besar atas kami. Kami mau mendekat lebih lagi kepada-Mu dan membuka hati kami semakin lebar bagi-Mu. Penuhi hati kami dengan aliran kasih-Mu. Biarlah segala luka hati dan berbagai bentuk kesepian yang kami rasakan tersapu bersih oleh derasnya kasih-Mu dalam hati kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.