Mengampuni Adalah Pilihan

RHEMA HARI INI
Matius 6: 14-15 14   Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.

Ada seorang anak kecil berumur 9 tahun bernama Joshua Saffle. Pada suatu hari Natal dia dihadiahi sebuah sepeda yang sudah lama didambakannya. Setiap hari sepeda barunya itu dia naiki dengan sangat sukacita. Tetapi suatu hari sepedanya tiba-tiba hilang dari tempat penyimpanan sepeda. Ternyata sepedanya itu dicuri orang. Joshua kecil ini memiliki iman yang kuat dan ia mengatakan kepada ayahnya bahwa ia mengampuni pencuri sepeda tersebut. Joshua ingin si pencuri tersebut tahu bahwa ia telah mengampuninya. Jadi keesokan harinya, ia meminta ibunya untuk menuliskan kata-katanya pada sebuah papan poster yang besar dan dipasang di sebuah pohon di depan pekarangan rumahnya. Tulisannya itu berbunyi seperti ini:

“kepada orang yang mengambil sepedaku:
Kau sungguh menyakiti perasaanku, ketika kau mengambil sepedaku.
Tetapi, aku seorang Kristen dan karena Tuhan Yesus mengampuni aku,
maka AKU MENGAMPUNI ENGKAU!!!”

Keesokan harinya, saat ayah Yosua pergi ke tempat kerja, poster tersebut telah terjatuh di tanah. Tetapi di depan pekarangan tergeletak sebuah sepeda yang ternyata adalah milik anaknya. Sepeda itu sudah diganti stirnya dengan stir yang baru dan di depannya dipasang keranjang.
Kita harus mengerti bahwa mengampuni adalah pilihan. Kita bisa memilih untuk mengampuni atau memilih untuk tidak mengampuni. Dalam kisah di atas Joshua Saffle memilih untuk taat pada kehendak Kristus dan mengampuni. Mengampuni bukan soal perasaan. Mengampuni bukan soal menang atau kalah. Mengampuni bukan soal kita suka atau tidak suka. Apabila kita memilih untuk tidak mengampuni ada konsekuensinya. Selama kita tidak mau mengampuni seperti ini, Alkitab mencatat bahwa kitapun tidak akan diampuni. Dapat kita bayangkan seandainya kita hidup tanpa pengampunan Tuhan. Tanpa pengampunan Tuhan berarti kita hidup tanpa keselamatan, tanpa pemulihan, tanpa kesembuhan, tanpa mukjizat. Marilah kita mengampuni sebab mengampuni adalah pilihan untuk taat pada kehendak Tuhan. (ABU)

RENUNGAN
Mengampuni bukan soal kalah atau menang. Mengampuni adalah PILIHAN untuk TAAT pada kehendak Tuhan.

APLIKASI
1. Koreksi diri anda, siapa saja orang yang perlu anda ampuni ?

2. Apakah yang akan anda lakukan terhadap orang yang menyakiti anda, memilih mengampuni atau tidak mengampuni dan mengapa ?

DOA UNTUK HARI INI
Tuhan kami mau belajar taat terhadap kehendakMu, oleh sebab itu kami mau belajar juga Tuhan memberikan pengampunan. Amin