Mengampuni Bersama Tuhan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Filipi 4:4-13

RHEMA HARI INI
Filipi 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Jika seseorang menyakiti orang yang kita sayangi, tentu hati kita tidak terima. Inilah yang dialami oleh Inge Handoko. Anak perempuannya, Happy, terbunuh oleh Teddy dalam usaha perkosaan. Keluarga Handoko sangat terpukul dan berduka. Mereka menuntut hukuman yang seberat-beratnya bagi Teddy. Selama enam bulan proses persidangan, hidup keluarga Handoko bagai di neraka. Hari-hari mereka penuh dengan kemarahan dan kepahitan. Sampai suatu hari, Wibi, anak sulung Inge, mengikuti sebuah ibadah dan khotbah yang disampaikan adalah tentang pengampunan. Wibi merasa tertantang untuk melepaskan pengampunan dan hal ini dibagikannya kepada ibunya. Menurut Wibi, mereka sekeluarga harus mengampuni Teddy, dan hal ini harus dengan tindakan nyata seperti mencabut tuntutan.

Saat kemudian berhadapan muka dengan Teddy, baik Inge maupun suaminya sangat sulit untuk memberi pengampunan. Inge pun berdoa bersama sang suami supaya Tuhan memberi kekuatan untuk mengampuni orang yang telah membunuh anak mereka. Akhirnya mereka mampu melepaskan pengampunan dan memeluk Teddy. Pengampunan yang tulus telah mengubah hidup keluarga Handoko. Yang tadinya mengalami depresi luar biasa, Tuhan pulihkan keluarga mereka dengan sukacita dan damai sejahtera.

Mengampuni tanpa Tuhan sangat berbeda dengan mengampuni bersama Tuhan. Berusaha mengampuni tanpa kasih Tuhan adalah hal yang sangat berat dan sulit. Di luar Tuhan, sering kali orang hanya akan puas kalau bisa melampiaskan dengan balas dendam dan membuat mereka yang menyakiti kita juga merasakan penderitaan yang sama. Namun, cara seperti ini hanya akan memberi kepuasan sesaat, kemudian hati kita akan menjadi kosong dan hampa. Bahkan akan menimbulkan kerusakan yang lebih parah dalam hubungan kita dengan sesama dan terutama hubungan dengan Tuhan. Kalau kita membalas dendam, malah bisa menjadi lingkaran setan pertikaian yang tak ada habisnya dan menyebabkan pahit hati yang makin mendalam. Mintalah kasih Tuhan menguatkan dan menyembuhkan hati kita, maka mengampuni akan menjadi mudah dan mendatangkan mujizat kesembuhan batin bagi kita. (PF)

RENUNGAN
Ada PERBEDAAN BESAR antara mengampuni TANPA TUHAN dan mengampuni BERSAMA TUHAN.

APLIKASI
1. Apakah Anda masih menyimpan sakit hati dan kepahitan terhadap seseorang?
2. Apa yang membuat Anda sulit melepaskan pengampunan?
3. Tindakan nyata apa yang bisa Anda lakukan sebagai langkah mengampuni?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, ampuni kami bila kami tak mampu mengampuni orang yang telah menyakiti hati kami. Kami buka hati dan terima kasih-Mu yang menyembuhkan. Cabut setiap kepahitan hati kami sampai ke akar-akarnya. Beri kami hati yang mengampuni, hati yang mengasihi, seperti Engkau telah mengampuni dan mengasihi kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.