Mengampuni Karena Jamahan Kasih Tuhan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Yohanes 4:1-21

RHEMA HARI INI
1 Yohanes 4:19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.

Ibarat kaki yang terluka, selama luka itu belum disembuhkan, maka sukar untuk kaki itu disuruh berlari. Tapi kalau lukanya sudah sembuh, maka yang tadinya sukar menjadi mudah. Berlari tidak lagi dipaksakan, berlari adalah hal yang natural dan mudah untuk dilakukan. Demikian juga dengan pengampunan, kalau hati kita belum disembuhkan, maka sukar untuk mengampuni. Tapi begitu kasih Allah menjamah hati kita dan hati kita sembuh, maka mengampuni adalah hal yang mudah, mendoakan orang itu adalah biasa, membalas kejahatan dengan kebaikan sangat mungkin dilakukan.

Sadarilah bahwa Allah lebih dahulu mengasihi kita. Dengan kata lain, kita lebih dahulu menerima kasih dari Allah. Dan dengan kekuatan kasih yang dari Allah itulah, maka kita dimampukan untuk mengasihi. Inilah kuncinya: mengalami jamahan kasih Tuhan. Orang yang tidak bisa mengampuni, sebenarnya belum mengalami kepenuhan kasih Allah. Bagaimana mungkin kita dipenuhi dengan kasih Allah, dan kita tidak mengampuni orang lain? Bagaimana mungkin kita dipenuhi kasih Allah, dan kita tidak bisa mengampuni? Bagaimana mungkin kita dipenuhi kasih Allah, dan masih ada kekecewaan dan pahit hati?

Oleh karena itu, yang perlu kita lakukan hanyalah membuka hati lebar-lebar dan mengijinkan kasih Allah itu menyerbu masuk dan menyembuhkan semua luka dalam hati kita. Rasakan kasihNya mengalir dalam hati Anda, rasakan pengampunanNya Dia berikan kepada Anda, rasakan dosa-dosa Anda yang merah seperti kirmizi itu diputihkan seperti salju karena kasihNya. Rasakan bahwa kita yang tadinya tidak layak, tapi sekarang dilayakkan. Rasakan bahwa sekalipun kita yang berdosa, tapi Dia yang menanggung semua kesalahan kita di kayu salib, mati bagi kita, dan oleh darahNya, maka dosa-dosa kita diampuni dan kita diselamatkan. Biarkan diri Anda tenggelam di dalam pelukan kasihNya. Biarkan setiap relung hati kita dipenuhi dengan kasihNya yang membebat, yang menyembuhkan, yang memulihkan. Mengalami kasih Allah seperti ini akan membawa kesembuhan yang ajaib bagi jiwa kita. Tenggelam dalam kasih Allah yang seperti ini akan membuat semua amarah, dendam dan kekecewaan itu menjadi sirna. Merasakan sentuhan kasihNya dalam hati kita akan membuat jiwa kita dibaharui, disegarkan dan dipulihkan kembali. Inilah kekuatan kasih Allah yang membaharui jiwa kita dan memampukan kita untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita.

RENUNGAN
Kunci untuk dapat MELEPASKAN PENGAMPUNAN adalah mengalami JAMAHAN KASIH TUHAN.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda menyadari Dia sanggup dan mau untuk memulihkan segala luka batin Anda?
2. Sudahkah Anda mengizinkan kasihNya masuk dalam hati Anda?
3. Dalam setiap doa, sudahkah Anda menubuatkan rhema mujizat pemulihan luka batin sampai sesuatu terjadi?

DOA HARI INI
“Bapa, kami buka hati lebar-lebar di hadapanMu. Jamah hati kami dengan kasihMu yang ajaib hingga kami mengalami sendiri betapa besar kasih karunia yang sudah Engkau limpahkan pada kami di atas kayu salib!. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.