Mengampuni Mendatangkan Pemulihan

RHEMA HARI INI
Lukas 18:21-22 “21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali saya harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” 22 Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”

Dalam kesempatan ini kita akan sama-sama belajar dari kesaksian seorang anak Tuhan yang mengalami pemulihan dari kehidupan masa lalunya : “Sewaktu masih kecil, Harun sudah dititipkan ke Malang dari Blitar, dari rumah orangtuanya ke rumah pamannya. Di rumah pamannya itu, dia mendapat perlakuan yang kasar dari tantenya. “Saya mulai ada kekecewaan, suka nangis, suka murung,” cerita Harun saat itu. Kelas 2 SD Harun dibawa kembali oleh orangtuanya ke Jakarta. Di sana, dia suka berantem. Jika Harun pulang ke rumah dengan baju yang kotor, ibunya akan marah-marah. Nasi satu butir jatuh di lantai, dia juga kena marah. Tidak tidur siang, dia akan dipukul. Kebalikannya, papanya baik. Namun sayangnya, Harun jarang bertemu dengan papanya karena kesibukannya. Lain lagi dengan kakaknya. Kakaknya pernah mengatakan, “Harun, mengapa sih kamu pulang lagi?” Kakaknya menyalahkan Harun karena mereka sudah tidak punya mobil lagi, seolah-olah Harunlah penyebab hilangnya mobil tersebut dan juga keruwetan lain yang dialami keluarga mereka. Harun yang dewasa, punya tato di badannya dan seringkali memakai baju lengan buntung. Tidak hanya itu, dia menjadi preman yang suka memalaki para pedagang, kekerasan memenuhi hidupnya. Suatu hari, dia diberitahu bahwa papanya meninggal. Karena itu, dia menganggap semua orang yang dia sayangi sudah tidak ada lagi sehingga dia makin brutal. Pada suatu hari jam 7 malam di Menteng, dia dikejar oleh sekelompok orang yang ingin membunuhnya. Dia lari dan lari dan masuk ke gorong-gorong. Di sana dia berdoa dan begitu dia bangun dari gorong-gorong, dia melihat tidak ada orang lagi. Dia mencoba nasib lain. Dia bekerja di kapal. Namun di sana, kerjaannya hanya minum dan minum saja. Di pelabuhan, ada orang yang menitip sesuatu kepadanya untuk dikirimkan ke Jayapura. Dia pun mendapat upah Rp 8 juta. Sayangnya, dia tidak melihat barang apa yang dititipkan itu. Besoknya, dia berlabuh di Surabaya. Di sana, dia dipanggil pihak keamanan yang marah karena barang titipannya tergeletak di mana-mana. Barang yang diperkirakan sebanyak 2 ton itupun coba dikumpulkan Harun. Dia mengajak semua orang yang lewat untuk memindahkan barang-barang tersebut tapi tidak ada yang mau membantunya. Dia putus asa, barang-barang itu dibuangnya ke laut. Sesampainya di Jayapura, Harun dicari orang-orang yang seharusnya mendapatkan barang tersebut. Dia pikir saat itu dirinya akan dibunuh, dia pun berpegangan pada besi yang ada di kapal sambil berpikir bahwa dirinya memang lebih baik mati. Di situ juga dia mulai berkata di dalam hatinya, “Kalaupun memang Tuhan yang saya sembah sekarang ada dan menyelamatkan saya, saya akan jadi pengikut-Nya.” Lama tidak ada yang menusuknya, dia pun menengok ke belakang, ternyata orang-orang itu pergi entah kemana. Pulang ke Jakarta, Harun menginap di rumah salah satu kenalannya. Di rumah itu, dia menemukan VCD yang ternyata merupakan VCD khotbah. Hamba Tuhan yang berada di VCD itu mengatakan bahwa “ada satu anak muda peminum dan perlu menerima kasih Allah.” Hamba Tuhan itupun membagikan ayat Yohanes 3:16. “Kamu harus bertobat…” kata hamba Tuhan tersebut sambil menunjuk. Harun merasa hamba Tuhan itu seperti menunjuk dirinya langsung, seolah-olah tangannya keluar. Dia pun mematikan VCD tersebut. Saat hendak berbaring, Harun menemukan traktat. Di dalam traktat itu, kembali ayat itu berbicara. “Saya tidak tahan, saya keluar air mata dan tidak dapat berhenti.” katanya. Saat itulah dia putuskan untuk beribadah di suatu tempat ibadah. Harun sadar akar dari segala pemberontakannya adalah kebenciannya kepada keluarganya dan dia pun meminta hamba Tuhan di sana untuk mendoakannya. Ketika ibunya masuk ke rumah sakit, Harun pun meminta maaf. Hubungan ibu dan anak itu pun dipulihkan. Seminggu kemudian, ibunya dipanggil Tuhan. Apa yang Harun lakukan dulu, sudah dia tinggalkan semua. Dia pun berubah hidupnya dan berbalik dari jalannya yang jahat. Sekarang dia mengabdikan hidupnya untuk anak-anak yang terlantar. “Saya selalu memberikan satu saran yang baik dari Tuhan bahwa hidup itu sangat berarti kalau kita mau merespon.” Setiap orang yang dididiknya pun mengakui hal tersebut, begitu pula tetangganya. Dia beralih dari yang paling buruk menjadi pelayan Tuhan. “Allah bisa mengubah kita semua, hidup saya dan hidup Anda.” tutup kesaksian Harun.

Dari kesaksian diatas kita bisa belajar tentang bagaimana jika kita hidup diluar kasih Tuhan maka kita akan kehilangan arah tujuan dari mulai hubungan dengan keluarga yang tidak baik maka semua aspek kehidupanpun juga akan mengikuti, tetapi jika kasih yang daripada Allah memenuhi kehidupan kita maka seluruh aspek kehidupan kita pun pasti Tuhan pulihkan dan segala sesuatunya dimulai dari keluarga, memberi kasih pada keluarga maka semua aspek kehidupan kita akan berdampak menjadi lebih baik dan semakin diberkati Tuhan. Penuhilah hati kita dengan Kasih Allah maka itu akan mendatangkan pemulihan bagi keluarga dan kehidupan kita. Tuhan Memberkati.

RENUNGAN
Ketika kita DIPENUHI KASIH ALLAH maka kita pasti BISA MENGAMPUNI, itulah yang akan mendatangkan PEMULIHAN dalam keluarga kita!

APLIKASI
1. Mari koreksi, apakah Anda sudah memiliki kasih yang bisa mengampuni secara khusus bagi keluarga sehingga lewat kasih itu bisa mendatangkan pemulihan bagi Anda dan keluarga ?

2. Apa komitmen Anda untuk tetap menjaga kasih Allah itu selalu ada dalam hidup Anda ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa terimakasih untuk setiap kesempatan yang Bapa berikan bagi kami ajar kami untuk selalu melekat intim denganMU agar kami selalu dipenuhi dengan kaih yang dari Bapa sendiri sehingga dengan kasihMu kami bisa selalu mengampuni serta mendatangkan pemulihan bagi kami dan keluarga kami serta orang-orang disekitar kami. Amin.