Mengasihi Pasti Memberi

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Tawarikh 29:1-9

RHEMA HARI INI
1 Tawarikh 29:3 Lagipula oleh karena cintaku kepada rumah Allahku, maka sebagai tambahan pada segala yang telah kusediakan bagi rumah kudus, aku dengan ini memberikan kepada rumah Allahku dari emas dan perak kepunyaanku sendiri

Seorang istri yang dulunya dinikahkan secara paksa oleh orang tuanya, harus menanggung beban yang sangat berat dalam pernikahannya. Ia tidak pernah merasa bahagia. Semua hal yang ia harus lakukan untuk suaminya dianggapnya sebagai sebuah beban dan kewajiban yang sangat berat sekali. Sampai suatu hari suaminya ini meninggal dunia. Beberapa tahun kemudian, ibu ini menikah dengan orang pilihannya, seseorang yang sungguh-sungguh dicintainya. Suatu kali, ibu ini menemukan catatan daftar tugas yang harus ia kerjakan bagi mendiang suaminya. Ternyata, daftar tugas tersebut tidak jauh berbeda dengan apa yang harus ia kerjakan setiap hari bagi suaminya yang sekarang ini. Tapi sekarang ia tidak merasakan beban yang berat karena ia melakukannya dengan cinta. Ya, cintalah yang memberikan kepadanya kekuatan untuk melakukan yang terbaik bagi orang yang dicintainya.

Pepatah mengatakan: “Kita bisa memberi tanpa mengasihi, tetapi kita tidak bisa mengasihi tanpa memberi.” Kasih akan selalu membuat kita dipenuhi dengan kerinduan untuk memberikan yang terbaik bagi pribadi yang kita kasihi. Seperti yang dilakukan oleh Raja Daud. Oleh karena cintanya kepada Tuhan, maka ia rindu membangun Bait Allah yang luar biasa megahnya bagi Tuhan. Bahkan ia memberikan persembahan yang sangat banyak dari perbendaharaan pribadinya sendiri. Itu sebabnya tidak heran jika Raja Daudpun menjadi raja yang sangat dikasihi Tuhan dan mendapatkan perkenanan Tuhan yang luar biasa. Karena Tuhan tahu, seberapa banyakpun Tuhan memberikan berkat kepadanya, hati Raja Daud tidak akan berubah menjadi cinta berkat, melainkan terus cinta Tuhan sampai selamanya.

Jika kita ingin menjadi orang yang dipercayai banyak berkat oleh Tuhan, kita harus memastikan hati kita cinta Tuhan, bukan cinta uang. Dalam seri terakhir dari kotbah “The Great Financial Miracles” atau “Mujizat Keuangan Yang Besar” yang berjudul “Love Factor” atau “Faktor Kasih,” kita akan belajar bagaimana menjadi pribadi yang bisa dipercayai Tuhan dengan mujizat keuangan besar. Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
Kita bisa MEMBERI TANPA MENGASIHI, tetapi kita tidak bisa MENGASIHI TANPA MEMBERI.

APLIKASI
1. Selidiki, apakah Anda mengasihi Tuhan?
2. Jika ya, apakah yang Anda persembahkan kepada Tuhan?
3. Komitmen apa yang Anda buat supaya bisa mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan karena Anda mengasihi Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami mau mengasihi Engkau seumur hidup kami. Seberapa banyakpun yang Engkau percayakan kepada kami, terus jamin kami untuk tetap mengasihi dan mengutamakan Engkau dalam hidup kami. Kami rindu hati-MU disukakan melalui hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.