Mengasihi Roh Kudus

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kisah Para Rasul 8:14-20

RHEMA HARI INI
Kisah Para Rasul 8:18 Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka,

Sekali waktu ada seorang kaya yang merasa sangat sedih ketika putra satu-satunya terbunuh dalam perang. Seorang teman putranya datang ke rumahnya dan memberikan sang ayah hadiah yang khusus, sebuah lukisan yang dibuat sang anak sebelum mati terbunuh. Hadiah itu menjadi harta milik sang ayah yang paling berharga, sekalipun ia dikenal sebagai kolektor lukisan dan barang seni yang sangat berharga.

Suatu hari orang kaya itu meninggal, koleksinya dilelang, para kolektor membanjiri acara pelelangan itu. Benda pertama yang ditawarkan adalah lukisan sang anak. “Bawa kemari benda-benda yang bagus!” Seorang kolektor berteriak ketika ia melihat lukisan itu, “Siapa yang menginginkan lukisan itu?” Si juru lelang menjawab, “Tuan itu berpesan bahwa lukisan sang anak ini harus dilelang yang pertama.” Setelah cukup lama tidak ada respon, akhirnya tampil seorang bapak sederhana, dia adalah pengasuh dari anak tuannya yang mati terbunuh di peperangan, bapak ini menawar $10. Dan ternyata hanya dia seorang yang berminat dengan lukisan itu. Pengasuh itu mendapatkan lukisannya. Juru lelang dengan segera mengumumkan, “Lelang ini telah berakhir.” Kegaduhan terjadi di kerumunan tamu lelang, “Apa maksudnya?” Teriak para kolektor. Juru lelang menjawab, “Surat wasiat Tuan itu mengatakan bahwa orang yang bersedia menerima putranya, akan mendapatkan semuanya.”

Kasih yang tulus dari pengasuh kepada anak yang pernah diasuhnya, membuahkan berkat luar biasa, sedangkan kolektor yang hanya mengharapkan berkat tanpa didasari kasih, hanya mendapatkan kekecewaan belaka. Roh Kudus adalah pribadi yang maha tahu, mendekat kepadanya karena ingin mendapatkan kuasa-Nya, hanya akan memperoleh kekecewaan saja. Mengasihi-Nya dengan tulus dan segenap hati maka segalanya akan kita dapatkan, kita akan dipuaskan, hidup akan diubahkan, berkat tercurah tanpa batas, mujizat selalu ada setiap saat, sukacita surga dan damai sejahtera akan menyertai hidup kita. Tidak akan ada lagi pergumulan yang berkepanjangan, kuasa dari Roh Kudus akan kita dapatkan, hidup menjadi penuh kuasa, sebab Roh Kudus ada di dalam kita, mengasihi kita sama seperti kita mengasihi-Nya.

RENUNGAN
MENDEKATLAH dan KASIHI Roh Kudus dengan TULUS dan SEGENAP HATI, bukan semata-mata untuk mendapatkan kuasanya saja.

APLIKASI
1. Apakah Anda mengasihi Roh Kudus?
2. Apa bukti Anda mengasihi Roh Kudus?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya Anda semakin bertumbuh di dalam kasih Anda kepada Roh Kudus?

DOA HARI INI
“Allah Roh Kudus, terimakasih karena Engkau selalu ada bersama kami. Engkau sahabat kami, Engkau penolong kami yang sejati, Engkau segala-galanya dalam hidup kami. Biarlah semakin hari kami semakin memancarkan kuasa dan kemuliaan-MU bagi orang-orang di sekeliling kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.