Mengejar Perkara Rohani

BACAAN HARI INI
Lukas 18:18-27

RHEMA HARI INI
Lukas 18:27 Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.”

Aurelio Baretto adalah seorang pengusaha sukses yang tahu betul apa itu kemiskinan. Ia lahir di Kuba dan sejak usia 7 tahun, keluarga mereka yang bermigrasi ke Amerika harus berjuang dari titik nol. Aurelio kemudian berjuang dan mengembangkan sebuah bisnis “dog house” yaitu rumah anjing peliharaan dengan gaya igloo (rumah orang Eskimo). Bisnisnya ini berhasil mengangkatnya keluar dari kemiskinan.

Sebagai jutawan muda, Aurelio dengan bangga bisa membeli semua jenis mobil impiannya sewaktu kecil, makan di restoran-restoran mahal, memakai baju-baju buatan designer ternama, bahkan berlibur keliling dunia. Namun ternyata semua itu tidak sanggup membuatnya bahagia. Terkadang, ia merasa hidupnya kosong dan perasaan hampa itu kerap menghampiri. Sampai yang paling parah, ia merasa ingin bunuh diri. Namun, ia urungkan niat itu karena masih memikirkan keluarganya. Hingga suatu saat, Tuhan membuka jalan untuk Aurelio dapat mengenal-Nya.

Saat itu, Aurelio datang ke sebuah sekolah untuk amal. Kepala Sekolah sangat berterima kasih pada Aurelio dan di tengah percakapan mereka, Kepala Sekolah ini bersaksi tentang kehidupannya, bagaimana Tuhan mengampuni dosa-dosanya. Di saat itu, Aurelio merasakan perasaan hangat di hatinya yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Berawal dari pertemuan itulah, ia bertobat serta berkomitmen untuk membuat hidupnya berguna. Ia memutuskan untuk menjual bisnis lamanya demi membangun sebuah bisnis baru yang bernama C28. Bisnis ini menjual merchandise Kristen, seperti kaos, topi, buku, dan lain sebagainya dimana selalu ada pesan ayat Alkitab yang diselipkan. Selain mengajak banyak orang untuk mengenal Tuhan, Aurelio juga menyumbangkan keuntungan yang ia dapat untuk amal dan gereja. Luar biasanya, Tuhan memberkati Aurelio lebih dari bisnis dan hidupnya yang lama.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga seperti Aurelio, terlalu fokus pada uang, materi, dan perkara duniawi? Sudahkah kita memikirkan perkara-perkara rohani? Mungkin sudah saatnya kita memprioritaskan hubungan kita dengan Tuhan, sehingga Ia dapat menemani kita melalui berbagai macam pengalaman luar biasa bersama-Nya. Amin. Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN
Jangan banyak mengisi hidup kita dengan perkara duniawi, sebaliknya banyaklah mengisi dengan PERKARA ROHANI, maka hidup kita akan mengalami hal-hal yang SUPERNATURAL dari Tuhan!

APLIKASI
• Menurut Anda, sebutkan apa saja yang termasuk perkara duniawi dan apa saja yang termasuk perkara rohani.

DOA UNTUK HARI INI
Bapa, tuntun kami agar kami tidak hanya memikirkan perkara duniawi saja, namun juga dapat mengejar perkara rohani. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Yesaya 5-6
Filemon 1