Mengenal Tuhan Lebih Dalam

RHEMA HARI INI
Ayub 24:13    Ada lagi golongan yang memusuhi terang, yang tidak mengenal jalannya dan tidak tetap tinggal pada lintasannya.

Seorang pengusaha batu giok mengirimkan anaknya yang masih muda untuk belajar mengenali batu giok kepada sahabatnya. Dia ingin supaya anaknya belajar tentang batu giok, tahu dan dengan mudah mambedakan mana batu giok yang asli dan mana yang tiruan, dan sahabatnya ini adalah pengrajin, produsen dan pakar perhiasan batu giok. Hari pertama pertemuan mereka (pemuda ini dan gurunya), sang guru berpesan, “jangan pernah merasa bosan, karena tidak ada metode instan kalau engkau ingin belajar tentang batu giok, harus tekun, ingat ya? Jangan bosan!” Lalu guru itu memberikan sebuah batu giok kepada muridnya “bawa ini, jangan lepas batu ini sampai nanti malam kembalikan kepadaku. Kamu boleh melakukan aktifitas yang lain, tapi terus bawa batu ini.” Demikianlah dilakukan setiap hari, pagi hari gurunya memberikan batu yang lain, malam hari batu itu dikembalikan, hari berikutnya dia berikan yang lain dan seterusnya. Pemuda ini membawa batu itu, sambil beraktifitas, kadang dia melihat pekerja di pabrik, kadang dia melihat aktifitas di toko, ketika dia makan, saat dia istirahat siang, kemanapun dia pergi, dia bawa batu giok itu. Lama hal itu terjadi, tanpa terasa waktu berjalan hampir setahun. Sampai saatnya satu hari gurunya memberikan sebuah “batu giok” yang lain, spontan dia berkata “ini beda!” Sang guru tersenyum, “kamu berhasil nak, kamu lulus, pulanglah, Ayahmu akan bangga kepadamu” Dengan mengenali batu giok yang asli, mengamati, mempelajari dan merasakannya setiap hari, berulang-ulang dan terus menerus membuat pemuda itu menyatu dengan batu giok yang asli, sehingga ketika yang tiruan dia pegang dengan mudah dia dapat membedakan.

Untuk membawa keluarga kita makin mengenal Tuhan, kita harus terus-menerus membawa keluarga kita datang pada Tuhan. Namun masalahnya, sebagian orang jarang menghadirkan Tuhan di rumahnya. Kita lebih suka membawa keluarga kita ke mall daripada beribadah. Kita terbiasa menghadirkan tontonan televisi yang duniawi daripada memberikan pendidikan rohani. Kita lebih suka mendengarkan musik-musik sekuler daripada rohani di rumah kita. Kita lebih sering pergi bersama daripada doa bersama. Kebanyakan orang hanya sekali seminggu mengajak keluarganya beribadah di gereja. Senin sampai Sabtu tidak ada hadirat Tuhan di rumahnya. Itu sebabnya atmosfer dunia yang lebih dominan di keluarga kita. Pertengkaran yang lebih banyak terjadi daripada kesehatian. Kekerasan yang lebih menonjol daripada kasih. Akhirnya di bumi seperti di neraka, bukannya seperti di surga. Membawa keluarga kita hidup didalam Tuhan bukanlah sebuah proses instan yang sehari jadi. Tapi kita harus bertekun dibawah kaki Yesus, dengar dan baca FirmanNya setiap hari, setiap saat, renungkan Itu siang dan malam dan lakukan dalam kehidupan sehari-hari, saatnya Roh Kudus akan tinggal dalam hati dan hidup seluruh anggota keluarga kita dan akan memimpin keluarga kita dalam hidup berkemenangan. (CG)

RENUNGAN
Membawa keluarga kita mengenal Tuhan lebih dalam, itulah kunci keluarga yang sukses dan bahagia.

APLIKASI
1. Apakah kita sudah mengenalkan Tuhan secara lebih dalam kepada keluarga kita?
2. Komitmen apa yang akan Anda buat untuk mengenalkan Tuhan secara lebih dalam kepada keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI
Tuhan Yesus, kami percaya Tuhan ketika kami belajar untuk selalu dekat dan mengenal Engkau lebih dalam kami akan Kau bawa kepada terang-Mu yang ajaib Tuhan. Tuhan terus ajar kami untuk makin mengenal Engkau agar setiap langkah kami, kami tahu Tuhan apa yang menjadi mau-Mu dalam hidup kami. Amin