Menggabungkan Doa Dan Perkataan Profetik

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 21:18-22

RHEMA HARI INI
Matius 21:21 Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi.

Pak Jumali adalah seorang yang baru saja bertobat dan menerima Yesus sebagai juru selamat hidupnya. Akan tetapi, pertobatan Pak Jumali itu tidak langsung mengubah keluarganya yang sudah mulai kepahitan dengannya. Sebelum bertobat, Pak Jumali adalah seorang yang keras. Hal itu membuat istri dan anaknya mendapatkan perlakuan yang kurang baik di rumah. Setelah bertobat, ia mulai mengubah sikapnya terhadap istri dan anaknya. Ia mulai memperlakukan istrinya seperti saat muda dulu, sehingga dengan mudah bu Andani memaafkan Pak Jumali. Keduanya pun akhirnya sering ke gereja bersama. Namun anak semata wayangnya, Ade, justru masih menjadi anak yang pemberontak. Tampaknya Ade masih belum bisa memaafkan perbuatan keras ayahnya.

Ade selalu saja pergi dari rumah setiap harinya, baginya rumah hanya tempat untuk tidur, selebihnya ia pergi kuliah lalu bekerja atau main di rumah sahabat-sahabatnya. Ia hampir tidak pernah menyapa pak Jumali sebagai orang tuanya. Bahkan perkataan Pak Jumali pun tidak pernah ia dengar. Saat itulah pak Jumali mulai berdoa profetik bersama istrinya agar anaknya bisa menerima Yesus dan kembali seperti semula dan terus berjuang membangun hubungan komunikasi yang baik dengan anaknya. Suatu hari ketika Ade hendak pergi dengan sepeda motornya, ternyata motornya mengalami gangguan dan tidak bisa dinyalakan. Kesempatan itulah yang dipakai Pak Jumali untuk menyapa Ade dengan lembut dan menawarkan bantuan. Kehangatan dan perkataan yang sangat baik dari ayahnya, membuat Ade merasa kikuk. Ketika pak Jumali mulai memeriksa dan membantunya memperbaiki motornya, Ade justru menangis dan memeluk Pak Jumali dari belakang. Itulah saat dimana kuasa Allah bekerja, memberikan hati baru untuk Ade. Kini baik Pak Jumali, Bu Andani, dan Ade menjadi hamba Tuhan yang melayani pekerjaan Tuhan.

Ketika kita menggabungkan doa profetik dengan perkataan profetik, maka kuasa Allah akan dinyatakan dengan dahsyat. Itu mampu mengubahkan hati yang sekeras apapun. Hari ini, ambilah komitmen untuk senantiasa belajar berkata positif dan baik kepada anggota keluarga kita. Bahkan apabila mereka belum bisa merespon dengan positif, lakukanlah juga doa profetik. Percayalah bahwa kuasa Tuhan sanggup menjamah anggota keluarga kita dan pemulihan keluarga pasti dinyatakan secara luar biasa.

RENUNGAN
Gabungkan DOA PROFETIK dengan PERKATAAN PROFETIK, maka KUASA ALLAH akan DINYATAKAN dengan dahsyat.

APLIKASI
1. Apakah saat ini Anda sudah berdoa dan memperkatakan profetik untuk pemulihan keluarga?
2. Jika belum, apa yang akan Anda lakukan untuk menarik kuasa Allah agar ada pemulihan dahsyat di keluarga?
3. Komitmen apa yang akan Anda lakukan untuk mendapat pemulihan keluarga dari Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Ya Allah Bapa di surga, terima kasih atas penyertaan-Mu kepada kami. Kami yakin Kuasa-Mu dinyatakan dahsyat kepada kami dan keluarga kami. Kami juga yakin bahwa ada pemulihan dashyat di keluarga kami, karena sesuai janji-Mu, satu orang diselamatkan seluruh kelurganya pun ikut diselamatkan. Terima kasih Bapa, hanya di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.