Mengguncang Surga Dengan Doa Profetik

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yesaya 62:1-12

RHEMA HARI INI
Yesaya 62:1 Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh.

Pernahkah Anda melihat sebuah batu yang berlubang karena tetesan air yang terus-menerus turun keatasnya? Setiap waktu tetesan air itu terus menetes dan menetes tanpa henti, hingga akhirnya bertahun-tahun kemudian, batu yang keras itu bisa dilubangi oleh air yang lemah.

Kalau kita membaca semua ayat di dalam perikop bacaan firman Tuhan hari ini, kita akan mendapati sebuah cara kerja yang sama untuk membuat doa-doa kita sungguh-sungguh menjadi kenyataan. Ayat pertama adalah sebuah keputusan yang dibuat oleh Nabi Yesaya untuk terus berdoa sampai Tuhan memulihkan keadaan Yerusalem. Ia memutuskan untuk tidak berdiam diri, ia memutuskan untuk tidak akan tinggal tenang begitu saja, ia memutuskan untuk mengguncang surga dengan doa-doanya, sampai doa-doanya itu dijawab dan menjadi kenyataan. Di ayat 6 dan 7 Nabi Yesaya mengajak pendoa-pendoa di Yerusalem untuk mengingatkan Tuhan akan janji-janji-Nya dan terus menggedor pintu surga serta jangan membiarkan Tuhan terus tinggal tenang, sampai Dia menjawab doa serta seruan umat-Nya.

Pola doa yang seperti inilah yang perlu kita terapkan dalam kehidupan kita. Doa yang gigih, doa yang terus-menerus, doa yang menggedor pintu kerajaan surga. Jangan berhenti sampai Tuhan menjawab doa-doa Anda! Goncangkan tahkta Allah dengan doa-doa Anda yang Anda naikkan dengan iman yang bulat terhadap janji-janji Tuhan. Jangan berhenti sampai Anda melihat jawaban doa dinyatakan dalam hidup Anda. Saat itulah Anda akan melihat mujizat-mujizat Tuhan dinyatakan secara dahsyat dalam hidup Anda.

RENUNGAN
Ada kalanya kita cukup BERDIAM DALAM HADIRAT TUHAN, tetapi di waktu lainnya kita perlu membawa doa kita SATU LANGKAH LAGI menuju mujizat.

APLIKASI
1. Bagaimanakah doa Anda selama ini? Doa yang lemah atau doa yang kuat?
2. Menurut Anda, mengapa diperlukan doa yang kuat supaya doa-doa kita dijawab oleh Tuhan?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat untuk mempraktekkan doa profetik yang kuat dalam hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami mau meneguhkan hati dan iman kami di dalam Engkau. Kami tidak akan melihat kepada kenyataan situasi kondisi kami, tetapi mata kami kami tujukan hanya kepada-MU. Kami mau pegang teguh janji-janji firman-MU dan mendoakannya sampai itu sungguh-sungguh menjadi kenyataan dalam hidup kami. Tidak ada satupun yang akan menghentikan kami untuk terus percaya dan berdoa, sampai kami melihat mujizat-MU nyata dalam hidup kami. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.