Menghadapi Tantangan

urlRHEMA HARI INI
Mat 16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”.

Andi van der Bijl atau lebih dikenal dengan Brother Andrew, lahir pada Mei 1928. Setelah 2 tahun bertugas di ketentaraan, pergelangan kakinya tertembak dalam suatu pertempuran. Cedera serius di kakinya menyebabkan ia harus dirawat di rumah sakit. Selama di rumah sakit, ia kerap dikunjungi oleh para pemberita Injil, yang mengabarkan tentang cinta kasih Kristus. Di rumah sakit inilah Brother Andrew kemudian mengenal Firman Tuhan. Setelah diizinkan pulang, ia keluar rumah sakit sebagai orang yang cacat, Brother Andrew merasa hidupnya hampa. Beberapa waktu kemudian ia menyadari yang dibutuhkannya selama ini adalah Kristus. Kesadaran ini kemudian membawanya untuk menghadiri ibadah demi ibadah dan ia mulai tekun membaca Firman Tuhan. Suatu malam ia berdoa: “Tuhan jika Engkau menunjukkan jalanMu, aku akan mengikutMu. Amin.” Suatu hari Brother Andrew mengikuti sebuah KKR yang diadakan oleh Arne Donker, dari Belanda. Ternyata dalam KKR ini, Andrew mendapat panggilan yang sangat mulia dari Tuhan, yaitu menjadi misionaris bagi gereja dan orang-orang yang teraniaya. Pada tahun 1955, Brother Andrew mengawali pelayanannya yang diberi nama Open Doors Mission. Brother Andrew memulai pelayanannya dengan membawa 1 koper berisi Alkitab yang diselundupkan ke Eropa Timur, yaitu ke negara komunis Yugoslavia. Ketika sampai di perbatasan, ia berdoa, “Tuhan butakan mata mereka yang memeriksa.” Tuhan memang benar-benar menutup mata penjaga perbatasan sehingga semua Alkitab dan traktat lewat begitu saja tanpa ditahan. Dengan pertolongan dan hikmat Tuhan Brother Andrew berhasil melakukan pelayanan misi pertamanya. Sejak itulah Brother Andrew tak pernah berhenti mengunjungi negara-negara “tirai besi” untuk membagikan Alkitab, menebar kasih Kristus dan membesarkan hati orang-orang percaya yang teraniaya. Hingga saat ini Open Doors Mission telah menjadi suatu pelayanan misi yang sangat besar dengan menjangkau 60 negara di dunia ini.

Apa yang membuat Brother Andrew, pendiri Open Doors (Badan penginjilan di negara yang anti Kristen) tetap memberitakan Injil meski nyawa dan aniaya seringkali menjadi taruhannya? Jawaban dari pertanyaan tersebut hanya satu, komitmen! Komitmen yang kuatlah yang membuat Brother Andrew tetap teguh dan memiliki keyakinan yang tak tergoncangkan walau menghadapi situasi dan tantangan seperti apapun juga. Ketika kita mengikut Yesus, kita harus mau memikul salib, itulah yang dinamakan komitmen kita dihadapan Tuhan. (ABU)

RENUNGAN
Dibutuhkan KOMITMEN yang baru untuk menerima GELOMBANG yang baru, sebab dalam gelombang baru akan ada TANTANGAN yang baru.

APLIKASI
Apakah komitmen anda tak berubah meski musim sudah berganti?
Apabila anda saat ini sedang menghadapi tantangan, seberapa kuat komitmen anda kepada Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa yang baik kami ajar kami untuk memiliki komitmen yang baru sehingga kami bisa menghadapi setiap tantangan yang ada. Amin