Menghidupi Visi

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yakobus 2:14-26

RHEMA HARI INI
Yakobus 2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Ketika berada di tanah Kanaan, Allah kembali menyatakan janji-Nya kepada Abraham. Saat itu Tuhan meminta Abraham untuk memandang ke sekelilingnya. Dia memperlihatkan sebuah visi dan impian kepada Abraham. Abraham pun mengimaninya. Meski setelah itu ia masih terhitung sebagai orang asing di tanah Kanaan sampai dengan waktu yang lama, Abraham tidak pernah melupakan apa yang dilihatnya. Meski tidak ada tanda-tanda bahwa Tuhan akan segera menggenapi janji-Nya, Abraham tetap percaya. Hari lepas hari, ia terus mengandung visi dan impian itu. Di dalam hatinya, ia tidak melihat tanah Kanaan sebagai negeri orang asing, tetapi ia melihatnya sebagai negeri miliknya dan juga keturunannya. Kemudian, seperti yang kita ketahui, melalui visi yang dikandung Abraham, Allah mengaruniakan tanah Kanaan yang berlimpah susu dan madunya kepada bangsa Israel.

Kemampuan kita untuk melihat di dalam hati, menentukan apakah yang kita impikan akan terwujud nyata atau tidak. Itulah pentingnya untuk memiliki visi yang jelas. Semakin detail kita dapat memproyeksikan suatu visi dalam imajinasi kita, semakin baik dampaknya untuk masa depan kita. Karena visi menghubungkan masa kini dengan masa depan. Menghubungkan kita dengan apa yang telah Tuhan rencanakan bagi kehidupan kita di masa yang akan datang. Namun, seringkali, yang menjadi penghalang kita untuk mewujudkan suatu visi adalah diri kita dengan ketidaksabaran kita sendiri. Kita begitu mudah menyerah ketika perwujudan visi dan impian kita tidak kunjung terlihat dengan mata jasmani kita.

Ya, hanya memiliki visi saja tidak cukup. Seperti Abraham, kita juga harus dapat mempertahankannya. Kita harus terus menghidupi visi tersebut. Permasalahan boleh menghadang. Kegagalan boleh datang. Namun, jangan sampai membuat kita melepaskan visi yang Tuhan berikan. Kita harus tetap konsisten mengingat, mendoakan dan memperjuangkannya dari waktu ke waktu. Sampai kuasa Tuhan dimanifestasikan dan terobosan terjadi dalam hidup kita.

RENUNGAN
Jangan hanya MELIHAT VISI, kita juga harus MENGHIDUPI VISI tersebut.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda hidup dalam visi dan impian?
2. Permasalahan apa yang biasanya Anda hadapi dalam menghidupi visi dan impian Anda?
3. Apa komitmen yang dapat Anda ambil untuk mulai konsisten hidup dalam visi dan impian?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang terkasih, ampuni kami apabila selama ini kamu terlalu mudah menyerah dalam visi dan impian kami. Ajari kami bagaimana caranya untuk mempertahankan visi dan impian yang Engkau berikan. Ajari kami juga untuk hidup di dalam visi dan impian. Sampai semua itu terwujud nyata di dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.