Menghidupkan Kembali Roh Yang Telah Kering

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Hakim-hakim 15:1-20

RHEMA HARI INI
Hakim-hakim 15:19 Kemudian Allah membelah liang batu yang di Lehi itu, dan keluarlah air dari situ. Ia minum, lalu menjadi kuat dan segar kembali. Sebab itu dinamailah mata air itu Mata Air Penyeru, yang sampai sekarang masih ada di Lehi.

Lulus dengan nilai terbaik dari universitas favorit, cerdas, kreatif dan memiliki karakter yang bagus, karir Benny naik dengan cepat di perusahaan tempatnya bekerja. Kesuksesan, jabatan, materi, semua rasanya sudah ia miliki, namun entah apa yang membuat hatinya tidak sejahtera. Malam itu selepas jam kerja Benny merasa sangat penat. Ia pun memutuskan tidak langsung pulang dan mampir ke sebuah mall dekat kantornya untuk membeli segelas kopi. Selagi duduk menikmati kopi, ia melihat seorang bapak, ibu dan 2 orang anaknya. Mereka kelihatan begitu akrab dan bahagia. Tertawa-tawa dan bercanda mereka lewat dekat Benny, ditangan si bapak ada sebuah Alkitab. Rupanya mereka baru pulang dari gereja. Selintas perasaan kosong dan rindu menyeruak dalam hati Benny. Entah kapan terakhir kalinya ia pergi ke gereja. Kesibukan kerja membuanya melupakan hal-hal rohani. Tak heran akhir-akhir ini jiwanya terasa begitu kering dan  tanpa tujuan. Kesuksesan ternyata tidak mampu membuat hidupnya terasa berarti.

Minggu berikutnya Benny pergi ke gereja, disana ia menyerukan kerinduan hatinya. Tuhan menjamah dan melawat Benny saat itu, Benny mendapat penglihatan seakan ia sedang berdiri di tengah ladang yang sangat luas dan sejauh matanya memandang ladang itu penuh gandum yang sudah menguning. Satu  ayat tiba-tiba muncul dalam hati Benny, tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit ( Lukas 10:2a). Saat itulah Benny mengerti visi hidupnya, yaitu bekerja menjadi penuai jiwa-jiwa bagi kerajaan Allah. Posisi dan kedudukannya sekarang adalah sarana untuk memenangkan jiwa-jiwa di sekelilingnya.

Inilah waktunya Tuhan mau menjamah hati anak-anak muda yang mulai merasa kekeringan. Mari sungguh-sungguh berseru kepada Tuhan, Ia ada di tengah-tengah kita. Saat kita berseru, saat itulah open heaven terjadi dan Roh Kudus dicurahkan dan mengalir dalam hati kita seperti aliran air hidup. Bukan saja hati kita akan disegarkan kembali, namun yang utama kita akan menerima penglihatan atau visi dari Tuhan untuk hidup kita. Bila kita mengerti apa rencana, kehendak dan panggilan Tuhan maka great revival pasti akan terjadi dengan segera dalam setiap aspek kehidupan kita. (PF)

RENUNGAN
Aliran mata air penyeru akan MENGHIDUPKAN KEMBALI roh yang telah KERING.

APLIKASI
1. Pernahkah Anda mengalami saat-saat dimana hidup anda terasa begitu kering? Dalam situasi apakah itu?
2. Apa dampak kekeringan rohani dalam hidup anda?
3. Apa yang harus Anda lakukan untuk bisa mengerti visi Tugan dalam hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, berilah kami kepekaan untuk bisa melihat visi yang dari pada-Mu. Kami ingin agar mata kami tepat terarah pada tujuan hidup kami agar perjuangan kami tidak sia-sia. Hingga pada akhirnya nanti kami boleh menyelesaikan pertandingan kami dan berkata, sudah selesai. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa dan mengucap syukur. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.