Mengimajinasikan Janji-Janji Allah Dengan Iman

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Efesus 1:15-23

RHEMA HARI INI
Efesus 1:18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,
Televisi pertama kali ditemukan oleh John Logie Baird pada tahun 1920-an. Televisi sendiri berasal dari kata tele yang berarti jauh dan visi yang berarti penglihatan. Televisi merupakan sebuah media komunikasi yang berfungsi untuk menangkap gelombang atau sinyal gambar dan suara, baik secara monokrom (hitam putih) maupun berwarna, sehingga menghasilkan visi atau penglihatan yang dapat dilihat dan dinikmati oleh mata jasmani. Tetapi media komunikasi ini baru akan menjadi sebuah alat yang berfungsi jika dialiri oleh arus listrik. Jadi energi listrik merupakan salah satu komponen utama yang harus diperhitungkan dan diusahakan keberadaannya untuk dapat menghidupkan televisi itu sendiri. Jika tidak, ia hanya akan menjadi sebuah benda mati yang tidak ada fungsinya.

Sama seperti televisi di dunia, kita juga memiliki televisi roh, atau yang lebih kita kenal dengan sebutan iman. Agar mata rohani kita dapat menangkap pesan dari Pusat Transmisi atau Sumbernya, entah itu berupa visi atau penglihatan dan rhema, maka kita perlu mengaktifkan iman atau televisi roh kita. Dan untuk mengaktifkan televisi roh atau iman tersebut, kita perlu kuasa Roh Kudus sebagai pelaku utama yang akan mengalirkan aliran listrik surgawi kepada manusia roh kita. Sehingga iman kita dapat bekerja untuk menangkap, merenungkan, mengimajinasikan, dan melihat janji-janji Allah dengan kuat dan jelas dalam hidup kita.

Jadi, jika kita ingin terus menerima penggenapan visi atau janji Allah dalam hidup kita, teruslah aktivasi manusia roh kita. Minta Roh Kudus menuntun kita setiap kali kita membaca firman Tuhan. Jangan ingin cepat-cepat selesai. Berusahalah untuk mengimajinasikan dengan iman dan mintalah tuntunan Roh Kudus, agar mata hati kita benar-benar diterangi, dan mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya melalui firman tersebut (Efesus 1:18). Sehingga kita bisa mendapatkan visi, gambaran, atau pesan yang kuat dan jelas, yang akan membawa kita sungguh-sungguh masuk dalam dimensi atau negri ajaibnya Roh Kudus yang luarbiasa.

RENUNGAN
MENGIMAJINASIKAN janji-janji Allah DENGAN IMAN adalah cara manusia roh kita melihat dengan MATA ROHANINYA.

APLIKASI
1. Bagaimana caranya agar manusia roh kita dapat melihat dengan mata rohaninya?
2. Siapakah pribadi yang akan menuntun kita masuk ke negri ajaib Roh Kudus?
3. Apa dampak yang akan kita terima, jika kita hidup oleh iman yang dikendalikan Roh Kudus?

DOA UNTUK HARI INI
“Roh Kudus terima kasih atas setiap tuntunan-Mu di sepanjang hidup kami. Ajar kami untuk mengaktivasi manusia roh kami, sehingga kami dapat mengimajinasikan janji-janji Allah dengan iman dibawah kendali-Mu, sehingga kami boleh mengalami perkara-perkara yang supranatural dalam negri ajaib Roh Kudus. Di dalam Nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.