Meningkatkan Disiplin Doa Puasa

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
1 Timotius 4: 7-16

RHEMA HARI INI
1 Timotius 4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

Tono duduk di kelas 12 di SMK jurusan tata boga. Lahir dalam keluarga sangat sederhana, ia ingin suatu saat bisa membantu kedua orangtua dan adik-adiknya. Tiap hari Tono bangun kala hari masih gelap. Ia pergi menimba air untuk keperluan rumahnya dari sumur yang jaraknya lumayan jauh. Ia juga membantu pekerjaan-pekerjaan rumah yang berat. Hal ini Tono lakukan sejak ia masih duduk di bangku SMP. Tak heran tubuhnya tegap, kuat, dan berotot. Saat memasuki semester terakhir, sekolahnya membuka kesempatan bagi murid-murid yang memenuhi persyaratan untuk bekerja di Jepang. Selain berprestasi, syarat yang diharuskan adalah memiliki tubuh yang sehat dan stamina yang prima. Banyak yang lolos dalam tes prestasi, tetapi hanya sedikit yang bisa melalui tes kesehatan. Saat berhasil terpilih, Tono pun sangat gembira. Cita-citanya untuk menjadikan hidup keluarganya lebih baik sudah di depan mata!

Tubuh yang terlatih memang sehatnya beda, bugarnya beda, staminanya pun berbeda dengan tubuh yang tidak pernah dilatih. Demikian pula manusia rohani kita perlu dilatih untuk disiplin dalam berdoa, merenungkan firman, menyembah Tuhan, dan mengucap syukur. Yang tak kalah penting, kita perlu berlatih mendisiplinkan diri untuk doa puasa. Sebab doa puasa mendatangkan pengurapan untuk berkuasa dan otoritas ilahi. Dengan perkataan yang diurapi, kita mampu menyembuhkan sakit-penyakit, mengusir roh jahat, dan bersaksi untuk menuntun orang-orang yang belum percaya kepada Tuhan Yesus. Bayangkan berapa banyak jiwa yang bisa kita menangkan.

Ya, latihan jasmani memang perlu, tetapi jauh lebih penting untuk melatih kerohanian kita. Ambil komitmen dan singkirkan semua alasan untuk tidak berlatih. Mulai disiplinkan diri dengan memandang visi yang akan kita capai. Manusia rohani yang terlatih baik sudah pasti bermanfaat untuk hidup yang akan datang dan mendatangkan pengurapan untuk berkuasa dalam hidup kita yang sekarang. (PF)

RENUNGAN
Untuk menerima URAPAN UNTUK BERKUASA, kita perlu MELATIH DIRI untuk meningkatkan DISIPLIN DOA PUASA.

APLIKASI
1. Bagaimana cara Anda melatih manusia rohani Anda?
2. Mengapa Anda perlu meningkatkan disiplin doa puasa Anda?
3. Buatlah rencana untuk lebih mendisiplinkan diri Anda, dalam hal apa dan bagaimana Anda melakukannya?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami meminta kekuatan dari-Mu untuk melatih dan mendisplinkan manusia rohani kami. Roh memang penurut, tapi daging kami lemah. Kami sadar tanpa pertolongan Roh Kudus-Mu, kami tak kan mampu. Tolong kami untuk menyalibkan kedagingan kami, biarlah roh-Mu yang berkuasa sepenuhnya atas diri dan hidup kami. Supaya kami layak menerima urapan untuk berkuasa dan menegakkan kerajaan-Mu di bumi seperti di sorga. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.