Menjadi Instrumen Allah Yang Menyalurkan Kuasa-Nya

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Matius 9:18-26

RHEMA HARI INI
Matius 9:20-21 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

Saban hari, pertolongan dan lawatan Tuhan membanjiri Jemaat Keluarga Allah. Belum habis rasa takjub dan heran saat mendengar satu mujizat, mujizat yang lain sudah muncul. Mujizat terjadi susul-menyusul. Bahkan, mungkin saat ini pun kita sedang bertanya-tanya, mujizat apalagi yang akan terjadi di gereja kita.

Tidak pernah ada waktu tanpa Roh Kudus di gereja kita. Pujian, penyembahan, dan persekutuan dengan Roh Kudus selalu menyala terang di dalam Pondok Daud. Apalagi gerakan puasa, gerakan doa, gerakan pemuridan, komsel, kegiatan pelayanan, dan lain sebagainya yang terus bergelora, semua itu menjadikan api lawatan Tuhan selalu berkobar-kobar di tengah-tengah kita. Itulah mengapa Keluarga Allah menjadi gereja yang penuh mujizat Tuhan, karena gereja kita sungguh-sungguh melekat pada Roh Kudus. Seperti jubah Yesus yang dijamah perempuan yang sembuh dari sakit pendarahan, Keluarga Allah menjadi saluran kuasa Allah. Jubah Yesus memancarkan kuasa karena melekat pada Yesus Sang sumber kuasa, demikian pula Keluarga Allah yang terus bersinar karena relasi dengan Roh Kudus.

Tak terhitung banyaknya mujizat yang telah dialami Jemaat Keluarga Allah. Tidak hanya satu mujizat, bahkan seorang jemaat bisa mengalami banyak mujizat. Lebih dari pengalaman mujizat itu, banyak sekali orang telah diselamatkan melalui pelayanan gereja kita. Sebagai Jemaat Keluarga Allah, jangan sampai kita tertinggal momentum luar biasa ini. Marilah bersama-sama kita kobarkan api lawatan Tuhan yang sangat besar ini dengan menjadi seseorang yang selalu menempel pada Roh Kudus, sehingga manusia roh kita teraktivasikan dan perkara-perkara dahsyat terjadi melalui kita. Sadarilah bahwa kita adalah “jubah Yesus” yang berjalan. Di mana pun kita berada, setiap orang yang berhubungan dengan kita akan merasakan kuasa Allah. Setiap orang akan merasakan cinta kasih Tuhan dan diselamatkan melalui keberadaaan kita.

RENUNGAN
MENEMPEL ERAT dengan Roh Kudus menjadikan kita INSTRUMEN ALLAH yang MENYALURKAN KUASA ALLAH.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda menyadari bahwa hidup kita harus menjadi jubah Yesus yang memancarkan kuasa? Mengapa?
2. Mengapa dengan menempel erat dengan Roh Kudus, kita bisa menjadi instrumen Allah?
3. Bagaimana Anda dapat lebih lagi menempel erat pada Roh Kudus?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur karena Engkau telah menyelamatkan kami dari dosa. Kami berjanji akan lebih sungguh melayani-Mu untuk membalas kasih-Mu yang besar. Kami mau terus melekat erat kepada-Mu, sebab Engkaulah kekuatan kami. Celikkan mata hati kami, supaya kami bisa melihat jiwa-jiwa yang terhilang, dan berikanlah kami kasut kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.