Menjadi Pahlawan Yang Tuhan Cari

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yohanes 4:27-42

RHEMA HARI INI
Yohanes 4:35 Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.

Setiap petani padi mengetahui pentingnya untuk tidak menunda-nunda memanen padi. Semakin tua usia padi, semakin banyak gabah yang akan rontok di lahan sawah dan membusuk. Produksi beras pun menurun secara kuantitas. Begitu pula secara kualitas, karena meningkatnya kandungan kapur dalam gabah. Belum lagi serangan hama burung yang menyerbu bulir-bulir padi yang telah masak. Akhirnya, petani pun merugi. Itu sebabnya, sangat penting bagi pemilik lahan pertanian untuk bisa menilai apakah tanaman padinya sudah matang dan siap dituai atau belum.

Dalam bacaan hari ini, Tuhan Yesus pun membicarakan tentang ladang yang telah menguning dan siap untuk dituai kepada murid-murid-Nya. Ketika Yesus mengatakan hal ini, murid-murid-Nya kebingungan karena mereka sedang mempertanyakan apakah Yesus sudah makan atau belum. Namun, sebagai pembaca, kita dapat melihat bahwa pembicaraan ini terjadi sesudah Yesus menemui perempuan Samaria di pinggir sumur dan sebelum perempuan itu membawa banyak orang kepada-Nya. Merekalah “ladang” yang sudah menguning itu. Jiwa-jiwa yang siap “dituai”, yang datang kepada Yesus, dan menjadi percaya kepada-Nya. Khalayak yang mungkin terlewatkan oleh murid-murid Yesus, karena mereka tidak menyadari orang-orang itu sebagai ladang jiwa yang sudah menguning.

Hari ini, cobalah lihat sekeliling Anda, adakah ladang yang sudah menguning itu? Seperti perempuan Samaria yang meninggalkan tempayannya dan masuk ke kota untuk bersaksi tentang Yesus, hendaknya kita juga dapat menyadari potensi jiwa-jiwa yang bisa dituai di mana pun Tuhan menempatkan kita. Ketahuilah, ladang Tuhan sudah semakin menguning. Dia membutuhkan semakin banyak pekerja untuk bekerja di ladang-Nya. Mungkin kita merasa tidak memiliki kualifikasi yang cukup. Namun, kalau kita mau bangkit dan bergerak untuk merebut jiwa-jiwa, Tuhan sendirilah yang akan memperlengkapi kita dengan kualifikasi itu. Dia akan memberikan kita urapan untuk berkuasa, sehingga kita bisa bangkit menjadi pahlawan Kerajaan-Nya. (MV.L)

RENUNGAN
Tuhan MENCARI BANYAK PAHLAWAN untuk bekerja di ladang-Nya, sebab TUAIAN JIWA SANGAT MELIMPAH.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda bangkit untuk bekerja di ladang Tuhan dan tidak menunda-nundanya? Mengapa demikian?
2. Mengapa Tuhan mencari banyak pahlawan untuk bekerja di ladang-Nya? Apakah hubungannya dengan Anda?
3. Dengan cara apa Anda bisa bangkit menjadi pahlawan Allah yang bekerja di lading-Nya?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa di sorga, terima kasih karena Engkau telah memanggil dan memilih kami. Kami bersyukur boleh turut campur dalam misi-Mu yang mulia. Urapi kami dengan jiwa pahlawan dan anak yang mengerti kehendak Bapanya di sorga. Sehingga kami siap Engkau pakai untuk menuai jiwa-jiwa yang sudah siap diselamatkan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.