Menjaga Imajinasi Demi Keselamatan Keluarga

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Galatia 5:13-25

RHEMA HARI INI
Galatia 5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

Derick tidak bisa berhenti memandangi karyawan baru di kantornya. Wanita itu cantik dan bertubuh molek. Saat teman sekerjanya memergoki pandangannya, ia pun merasa malu. Terlebih lagi karena temannya itu juga mengenal istrinya. Dengan canggung ia berkata kepada temannya, “Iya, aku tahu perbuatanku tidak sopan dan dosa. Aku tidak akan mengulanginya.” Tak terduga, temannya malah membalas, “Lho, kenapa? Wajar kok, Rick. Itu kan bukti kamu masih laki-laki dan sehat.” Kali lainnya, Derick tidak lagi merasa bersalah. Ia bahkan mulai berimajinasi lebih jauh, dan lama-lama ia mulai berani bercanda sambil menggoda wanita itu. Akhirnya, ia pun jatuh dalam dosa perselingkuhan.

Mungkin, permasalahan terbesar kita adalah suka mewajarkan pikiran dan perbuatan kita. Terlalu sering kita berkata bahwa wajar saja sebagai manusia kita masih memiliki sifat-sifat dosa. Kita berpikir, apa salahnya jika kita hanya membayangkannya saja, toh tidak sampai diperbuat dan merugikan siapa-siapa. Masalahnya, imajinasi dapat mengobarkan keinginan kita. Sehingga akhirnya kita tidak lagi bisa menahan keinginan hati dan bertindak sekehendak hati kita.

Itu sebabnya, dengan keras Yesus berkata bahwa hanya dengan memandang dan menginginkan seorang perempuan, hal itu sama saja dengan sudah berbuat zinah (Mat. 5:28). Jangan lupa, sebagai orang percaya kita dipanggil untuk hidup dalam Roh. Tidak lagi hidup menuruti keinginan daging yang penuh hawa nafsu dunia, tetapi memberi diri untuk dipimpin oleh Roh. Hal itu berarti menyalibkan kedangingan kita. Ya, jangan lagi membuka celah bagi si iblis untuk menjatuhkan kita ke dalam dosa, sehingga kita kehilangan bagian kita dalam Kerajaan Allah (ay.21). Marilah kita menjaga kekudusan hidup kita secara menyeluruh, sebab Allah itu kudus dan tanpa kekudusan, kita tidak dapat melihat Allah (Ibr. 12:14). Selamatkanlah pernikahan kita dari perselingkuhan, maka Tuhan akan mengerjakan mujizat pemulihan keluarga dalam hidup kita. (MV.L)

RENUNGAN
KENDALIKAN IMAJINASI pikiran kita untuk MENJAGA KESELAMATAN pernikahan.

APLIKASI
1. Apa sajakah yang salama ini Anda izinkan masuk dalam pikiran Anda?
2. Mengapa imajinasi Anda sangat dipengaruhi dengan apa yang masuk dalam pikiran Anda?
3. Bagaimana Anda dapat mengatur apa yang bisa masuk dalam pikiran Anda mulai saat ini?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, ampuni kami apabila selama ini kami tidak memperhatikan apa yang masuk dalam pikiran kami dan malah menggampangkannya. Mulai sekarang, kami ingin menjaga kekudusan pikiran kami. Bantulah kami untuk menjauhkan bacaan, tontonan, dan bahkan pergaulan yang tidak kudus. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.